Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah cuaca kering dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim.
Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, secara umum kondisi penyakit di Samarinda masih terkendali dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat.
Berdasarkan data Dinkes Kota Samarinda periode 1-22 Agustus 2026, tercatat 799 kasus ISPA atau rata-rata 36,3 kasus per hari. Angka tersebut meningkat 22,8 persen dibandingkan rata-rata kasus pada Juli 2026.
“Masih terkendali dan belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali ISPA. Ini juga harus diwaspadai,” kata Ismed saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa, 25 Agustus 2026.
Dalam data tersebut, ISPA juga masuk dalam 10 besar keluhan atau penyakit yang dilaporkan masyarakat. Selain ISPA, penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan lainnya seperti pilek atau flu biasa dan radang tenggorokan turut masuk dalam daftar 10 besar.
Dinkes Samarinda menilai peningkatan kasus ISPA menjadi sinyal kewaspadaan terhadap potensi dampak kualitas udara, khususnya pada kondisi cuaca panas, kering, berdebu, maupun ketika terjadi paparan asap akibat karhutla.
ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah menjadi kelompok yang lebih rentan.
Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan, serta memastikan ventilasi ruangan tetap baik.
Dinkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang buruk atau berasap. Jendela dan pintu dapat ditutup sementara apabila kualitas udara di luar rumah tidak baik.
Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala berat, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas atau napas cepat, nyeri dada, maupun kondisi tubuh yang semakin lemah.
Dinkes Kota Samarinda memastikan fasilitas kesehatan pemerintah tetap siap memberikan pelayanan, dengan dukungan 26 puskesmas se-Kota Samarinda, RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Samarinda.
“Waspada dan peduli. Jaga diri, keluarga dan lingkungan agar tetap sehat di musim kemarau,” demikian imbauan Dinkes Samarinda.

