Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla
    Kesehatan

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 25, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi warga mengalami gejala ISPA di tengah peningkatan kasus gangguan pernapasan. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah cuaca kering dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim.

    Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, secara umum kondisi penyakit di Samarinda masih terkendali dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat.

    Berdasarkan data Dinkes Kota Samarinda periode 1-22 Agustus 2026, tercatat 799 kasus ISPA atau rata-rata 36,3 kasus per hari. Angka tersebut meningkat 22,8 persen dibandingkan rata-rata kasus pada Juli 2026.

    “Masih terkendali dan belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali ISPA. Ini juga harus diwaspadai,” kata Ismed saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa, 25 Agustus 2026.

    Dalam data tersebut, ISPA juga masuk dalam 10 besar keluhan atau penyakit yang dilaporkan masyarakat. Selain ISPA, penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan lainnya seperti pilek atau flu biasa dan radang tenggorokan turut masuk dalam daftar 10 besar.

    Dinkes Samarinda menilai peningkatan kasus ISPA menjadi sinyal kewaspadaan terhadap potensi dampak kualitas udara, khususnya pada kondisi cuaca panas, kering, berdebu, maupun ketika terjadi paparan asap akibat karhutla.

    ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah menjadi kelompok yang lebih rentan.

    Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan, serta memastikan ventilasi ruangan tetap baik.

    Dinkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang buruk atau berasap. Jendela dan pintu dapat ditutup sementara apabila kualitas udara di luar rumah tidak baik.

    Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala berat, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas atau napas cepat, nyeri dada, maupun kondisi tubuh yang semakin lemah.

    Dinkes Kota Samarinda memastikan fasilitas kesehatan pemerintah tetap siap memberikan pelayanan, dengan dukungan 26 puskesmas se-Kota Samarinda, RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Samarinda.

    “Waspada dan peduli. Jaga diri, keluarga dan lingkungan agar tetap sehat di musim kemarau,” demikian imbauan Dinkes Samarinda.

     

    Dinkes Samarinda Ismid Kusasih ISPA karhutla
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026

    Cek Kondisi Karhutla, Prabowo Turun Langsung ke Kubu Raya

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan…

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.