Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla
    Kesehatan

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi warga mengalami gejala ISPA di tengah peningkatan kasus gangguan pernapasan. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah cuaca kering dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim.

    Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, secara umum kondisi penyakit di Samarinda masih terkendali dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat.

    Berdasarkan data Dinkes Kota Samarinda periode 1-22 Agustus 2026, tercatat 799 kasus ISPA atau rata-rata 36,3 kasus per hari. Angka tersebut meningkat 22,8 persen dibandingkan rata-rata kasus pada Juli 2026.

    “Masih terkendali dan belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali ISPA. Ini juga harus diwaspadai,” kata Ismed saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa, 25 Agustus 2026.

    Dalam data tersebut, ISPA juga masuk dalam 10 besar keluhan atau penyakit yang dilaporkan masyarakat. Selain ISPA, penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan lainnya seperti pilek atau flu biasa dan radang tenggorokan turut masuk dalam daftar 10 besar.

    Dinkes Samarinda menilai peningkatan kasus ISPA menjadi sinyal kewaspadaan terhadap potensi dampak kualitas udara, khususnya pada kondisi cuaca panas, kering, berdebu, maupun ketika terjadi paparan asap akibat karhutla.

    ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah menjadi kelompok yang lebih rentan.

    Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan, serta memastikan ventilasi ruangan tetap baik.

    Dinkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang buruk atau berasap. Jendela dan pintu dapat ditutup sementara apabila kualitas udara di luar rumah tidak baik.

    Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala berat, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas atau napas cepat, nyeri dada, maupun kondisi tubuh yang semakin lemah.

    Dinkes Kota Samarinda memastikan fasilitas kesehatan pemerintah tetap siap memberikan pelayanan, dengan dukungan 26 puskesmas se-Kota Samarinda, RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Samarinda.

    “Waspada dan peduli. Jaga diri, keluarga dan lingkungan agar tetap sehat di musim kemarau,” demikian imbauan Dinkes Samarinda.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.