Insitekaltim, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengejar kemandirian pangan. Tingkat swasembada pangan daerah yang sebelumnya berada di kisaran 30 persen kini meningkat menjadi 58 persen.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan peningkatan tersebut menjadi catatan penting, meski Kaltim masih berada dalam kondisi defisit pangan.
“Defisit tapi kenaikan signifikan. Ini harus dicatat. Sejak kita dilantik itu baru 30 persen swasembada pangan dan sekarang sudah 58 persen. Hampir 60 persen,” ujarnya di DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menyebut kenaikan tersebut menunjukkan adanya peningkatan sekitar 100 persen dibandingkan kondisi awal. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memacu produksi pangan agar Kaltim dapat semakin mendekati kondisi swasembada.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperluas lahan pertanian melalui program cetak sawah baru. Seno menyampaikan saat ini terdapat target pencetakan sawah seluas 15 ribu hektare yang dilakukan bersama TNI.
Tambahan lahan tersebut nantinya akan melengkapi sekitar 40 ribu hektare lahan yang telah tersedia, sehingga total 55 ribu hektare dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan.
“Target 15.000 hektare sedang dilakukan oleh TNI untuk cetak sawah baru sehingga total 55.000 hektare bisa kita manfaatkan dengan baik dan bisa membuat swasembada beras,” jelasnya.
Seno menjelaskan, percepatan program tersebut akan terus dilakukan hingga akhir 2026. Pemerintah daerah juga telah melakukan koordinasi untuk memastikan program perluasan lahan tersebut dapat berjalan sesuai target.
Upaya Kaltim memperkuat produksi pangan ini berlangsung di tengah dorongan pemerintah pusat untuk mencapai kemandirian pangan nasional. Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan.
Delapan komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Prabowo mengaku capaian tersebut berhasil diwujudkan lebih cepat dari target awal pemerintah yang diproyeksikan dalam empat tahun. Namun, pemerintah masih menargetkan swasembada daging sapi dalam lima hingga enam tahun ke depan.

