Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim Kebut Finalisasi Dokumen Dana Karbon FCPF-CF
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim Kebut Finalisasi Dokumen Dana Karbon FCPF-CF

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 7, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat membuka Forum Konsultasi Publik Dokumen Indigenous Peoples Plan (IPP) dan revisi Benefit Sharing Plan (BSP) Program FCPF-CF Emission Reduction Program (EK–JERP), Kamis (7/8/2025) di Hotel Aston Samarinda.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong percepatan penyelesaian Program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF–CF) demi optimalisasi manfaat dari konservasi hutan yang telah dijaga selama bertahun-tahun. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat membuka Forum Konsultasi Publik Dokumen Indigenous Peoples Plan (IPP) dan revisi Benefit Sharing Plan (BSP) Program FCPF-CF Emission Reduction Program (EK–JERP), Kamis (7/8/2025) di Hotel Aston Samarinda.

    “Kita ingin menuntaskan program FCPF yang sudah ditandatangani sejak 2020 lalu. Sempat terhenti setelah pemberian uang muka 20 juta USD, kemudian ada revisi. Sekarang kita dorong lagi supaya bisa selesai,” ujar Seno Aji usai acara.

    Menurutnya, sejumlah permintaan dari masyarakat adat dan elemen lokal menjadi alasan dilakukannya revisi dan forum konsultasi publik ini. Tambahan masukan tersebut dinilai penting untuk menyempurnakan rencana pembagian manfaat (benefit sharing) agar program benar-benar berpihak pada masyarakat, terutama yang berada di sekitar kawasan hutan.

    Selain mendengar aspirasi, forum ini juga menjadi kesempatan Pemprov Kaltim untuk menyelaraskan program provinsi—seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—ke dalam skema pemanfaatan dana karbon.

    “Targetnya, kita harap revisi ini bisa selesai September atau Oktober, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan sampai Desember 2025,” lanjut Seno.

    Seno Aji menegaskan, manfaat dari program ini sangat besar bagi masyarakat. Kaltim sendiri telah menandatangani kesepakatan penurunan emisi sebesar 22 juta ton CO₂e dengan imbalan sebesar USD 110 juta atau sekitar Rp1,5 triliun dari Bank Dunia.

    Namun, kini capaian emisi telah meningkat menjadi 35 juta ton CO₂e, sehingga peluang nilai jual karbon juga meningkat signifikan.

    “Kalau awalnya hanya dihargai 5 Dolar per ton, sekarang di tempat lain bisa sampai 20 Dolar. Ini yang akan kita kejar, supaya masyarakat Kaltim bisa mendapat manfaat lebih besar,” ungkapnya.

    Dana muka sebesar USD 20,9 juta yang sudah diterima sebelumnya telah dimanfaatkan dengan baik, termasuk disalurkan ke lebih dari 400 desa dan kampung, serta masyarakat hukum adat. Penyaluran ini menjadi contoh praktik baik di Indonesia dan Asia Pasifik, menjadikan Kaltim sebagai provinsi pertama penerima kompensasi karbon dari Bank Dunia.

    Program ini bukan hanya soal dana, tetapi juga pengakuan dunia atas komitmen Kalimantan Timur menjaga hutan tropisnya, paru-paru dunia yang menjadi penyerap karbon dan penghasil oksigen. Lewat skema FCPF–CF, Kaltim mendapat insentif yang tak hanya menopang pembangunan berkelanjutan, tapi juga mengangkat martabat masyarakat adat sebagai penjaga hutan sejati.

    “Kami ingin ini semua kembali ke masyarakat. Kita jaga hutannya, masyarakatnya pun sejahtera,” pungkas Seno. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    FCPF-CF H Seno Aji Wagub Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026

    DPKH Kaltim Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Ketersediaan Capai 28 Ribu Ekor

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Ratu ArifanzaMei 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Arah baru organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai…

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026
    1 2 3 … 3,094 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.