Insitekaltim, Samarinda – Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) A. M. Fitra Firnanda menegaskan pembinaan kafilah MTQ tidak semata-mata berorientasi pada prestasi, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan ibadah.
Nilai tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi Kaltim dalam upaya mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI yang akan diselenggarakan pada 11–20 September 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
“Pembinaan di sini berbeda dengan bidang olahraga yang fokus mengejar prestasi. Di sini, kita bertanding sekaligus beribadah. Itulah nilai lebih yang kita miliki, di mana orientasi akhirnya adalah meraih prestasi melalui ketaatan,” ujarnya saat membuka Training Center (TC) Kafilah Kaltim di Samarinda, Senin, 13 Juli 2026 malam.
Nanda, sapaan akrabnya mengatakan Kaltim memiliki rekam jejak yang membanggakan dalam tiga tahun terakhir dengan meraih juara umum MTQN 2024, juara umum Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Nasional (STQHN) 2025, serta mencatatkan prestasi di tingkat internasional.
Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar bukan lagi meraih gelar juara, melainkan mempertahankannya di tengah semakin ketatnya persaingan antardaerah.
“Menjadi juara nasional dan internasional patut diapresiasi, namun tantangan ke depan adalah mempertahankan posisi tersebut. Semua provinsi kini berusaha menjadi yang terbaik, jadi kita harus bekerja keras,” pesannya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, lanjutnya, berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan peserta selama pemusatan latihan agar mereka dapat mempersiapkan diri secara optimal. Ia juga mengingatkan seluruh anggota kafilah untuk menjaga kekompakan, disiplin dan kesungguhan selama mengikuti TC.
Sementara itu, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim Dasmiah menyebut seluruh peserta yang mengikuti TC merupakan hasil seleksi ketat sehingga menjadi representasi terbaik daerah.
“Tidak mudah menjadi Kafilah Kaltim. Kalian adalah pilihan pelatih, yang terbaik dari yang terbaik. Kami yakin kalian mampu membawa harum nama daerah,” tuturnya.
Ia mengingatkan para peserta agar tetap menjaga keikhlasan dan rendah hati selama menjalani proses pembinaan karena sikap sombong justru akan menjadi penghalang sebelum kompetisi dimulai.
“Jika kesombongan muncul, tandanya seseorang sudah kalah sebelum bertanding,” tegasnya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, Dasmiah menambahkan kekuatan doa menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam meraih keberhasilan. Dukungan doa dari guru, alim ulama, orang tua dan masyarakat menjadi bagian dari ikhtiar yang harus dijaga.
“Kemampuan teknis saja tidak cukup. Banyak keajaiban yang terjadi karena kekuatan doa,” ucapnya.
TC Kafilah Kaltim untuk MTQN XXXI Jawa Tengah 2026 digelar selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan pendalaman materi dan uji tanding (tryout) sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ Nasional. Pembukaan TC turut dihadiri Wakil Ketua I LPTQ Kaltim Abdul Khaliq beserta jajaran pengurus LPTQ Kaltim.

