Insitekaltim, Samarinda – Di tengah bayang-bayang perlambatan sektor batu bara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan mesin ekonomi baru berbasis syariah.
Langkah itu ditandai melalui pembukaan Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026 yang digelar di Islamic Center Samarinda, Jumat, 8 Mei 2026 malam.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kaltim”. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan, ekonomi syariah kini bukan lagi sekadar alternatif, tetapi mulai diposisikan sebagai pilar utama pertumbuhan daerah.
Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah di Kaltim menunjukkan tren yang sangat positif. Bahkan 2025, pertumbuhannya mencapai 26,4 persen, angka yang dinilai signifikan di tengah dinamika ekonomi global.
“Ekonomi syariah ini merupakan ekonomi alternatif yang berkeadilan dan terus berkembang pesat di Kaltim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat empat sektor utama yang menjadi fokus penguatan, yakni industri halal melalui sertifikasi berkelanjutan, penguatan jasa keuangan syariah, optimalisasi dana sosial seperti zakat, infak dan sedekah, serta pengembangan kewirausahaan berbasis ekosistem syariah.
Dalam kesempatan itu, Seno juga menunjukkan dukungannya terhadap produk lokal dengan mengenakan batik berbahan pewarna alami hasil binaan Bank Indonesia. Produk tersebut merupakan bagian dari pengembangan fesyen halal berbasis kearifan lokal yang kini mulai dikenal luas.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi ancaman meningkatnya pengangguran akibat pembatasan produksi batu bara. Karena itu, sektor UMKM dan industri halal didorong menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Kita harus siap menghadapi kemungkinan pengangguran massal. UMKM dan industri halal harus menjadi penggerak ekonomi baru,” tegasnya.
Saat ini, Pemprov Kaltim juga gencar mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Hingga 2026, lebih dari 14 ribu sertifikat halal telah diterbitkan secara gratis. Kebijakan ini menjadi penting mengingat mulai Oktober 2026 seluruh produk yang beredar diwajibkan bersertifikat halal.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan, Kala Fest telah memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024.
Menurutnya, festival ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai lembaga dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Kala Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari syariah forum, seminar unggulan, expo produk halal, kompetisi, tabligh akbar hingga business matching pembiayaan syariah.
Rangkaian acara berlangsung hingga Minggu di dua lokasi, yakni Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim.
Melalui sinergi lintas sektor dan dorongan transformasi digital, Kaltim kini menegaskan langkahnya untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai fondasi baru pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

