Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    Juli 16, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026

    Mayoritas Jemaah Lansia, Istitha’ah Jadi Evaluasi Utama Haji 2026

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kadiskominfo Soroti Pers Kalah Cepat dari Media Sosial, Tekankan Pentingnya Kualitas Jurnalisme
    Samarinda

    Kadiskominfo Soroti Pers Kalah Cepat dari Media Sosial, Tekankan Pentingnya Kualitas Jurnalisme

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 2, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah saat menyampaikan pernyataan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Perkembangan media sosial yang semakin pesat dinilai membuat peran pers menghadapi tantangan serius terutama dalam hal kecepatan dan penyebaran informasi.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengatakan, saat ini pers kerap “kalah cepat” dibandingkan media sosial, meskipun dari sisi kualitas dan akurasi, jurnalisme tetap memiliki keunggulan.

    “Fenomena sekarang, pers itu kalah dengan media sosial. Padahal media sosial itu akurasinya tidak bisa dijadikan pedoman,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis 2 April 2026.

    Ia menegaskan perbedaan mendasar antara media sosial dan produk jurnalistik terletak pada proses verifikasi. Berita yang dihasilkan jurnalis melalui tahapan konfirmasi dan didukung data, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kalau jurnalis itu kan tulisannya berbasis data, terverifikasi, dan bisa dipertanggungjawabkan. Itu yang membedakan,” jelasnya.

    Menurutnya, jurnalis harus tetap konsisten menjaga marwah profesi dengan tidak terjebak pada arus informasi viral yang belum tentu benar.

    Ia mengingatkan agar pemberitaan tidak hanya mengejar sensasi, tetapi juga mengandung nilai edukasi bagi masyarakat.

    “Jangan hanya memviralkan sesuatu tanpa edukasi. Kritik boleh, tapi harus ada nilai edukasi yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.

    Aji juga menyoroti pentingnya proses konfirmasi dalam setiap pemberitaan. Ia menilai banyak informasi di media sosial langsung disebarkan tanpa melalui verifikasi, sehingga berpotensi menyesatkan publik.

    “Kalau di media sosial apa yang dilihat langsung dipublikasikan tanpa konfirmasi. Sementara jurnalis harus mencari sumber yang tepat sebelum menulis,” katanya.

    Di sisi lain, ia mengakui kondisi fiskal pada tahun 2026 turut berdampak pada sektor pers, termasuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang untuk sementara belum dapat digelar.

    “Biasanya dalam setahun kita bisa mengadakan UKW beberapa kali, tapi tahun ini belum bisa dilaksanakan karena kondisi anggaran,” ungkapnya.

    Meski demikian, ia tetap mendorong agar seluruh insan pers memiliki sertifikasi kompetensi guna menjamin kualitas jurnalistik yang dihasilkan.

    “Ke depan kami ingin media itu benar-benar berkualitas, salah satunya dengan memastikan wartawannya memiliki sertifikat kompetensi,” tambahnya.

    Selain itu ia juga menekankan pentingnya legalitas perusahaan media. Menurutnya, media yang ingin menjalin kerja sama dengan pemerintah harus memenuhi syarat administratif, termasuk berbadan hukum dan memiliki pimpinan redaksi yang kompeten.

    “Media harus berbentuk PT dan pimpinan redaksinya memiliki sertifikasi utama. Itu bagian dari upaya menjaga kualitas pers,” pungkasnya.

    Dengan berbagai tantangan yang ada ia berharap pers tetap mampu menjalankan perannya sebagai penyampai informasi yang akurat sekaligus mencerdaskan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026

    Gandeng Distributor Grosir, Bazar Sekolah Samarinda Ulu Permudah Wali Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    PT PSB Persilakan Sengketa Ketenagakerjaan hingga Dugaan Pelanggaran Diuji di Pengadilan

    Juni 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    SittiJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda menjelang peringatan Hari Ulang…

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026

    Mayoritas Jemaah Lansia, Istitha’ah Jadi Evaluasi Utama Haji 2026

    Juli 16, 2026

    Argentina Bangkit di Menit Akhir, Spanyol Menanti di Final

    Juli 16, 2026

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Juli 15, 2026
    1 2 3 … 3,217 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.