Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Agustus 30, 2026

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Jelang Lebaran Harga LPG 3 Kg di Samarinda Naik Bertahap, Permintaan Masyarakat Tetap Stabil
    Samarinda

    Jelang Lebaran Harga LPG 3 Kg di Samarinda Naik Bertahap, Permintaan Masyarakat Tetap Stabil

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 19, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gas LPG Milik Roni Penjual di Pasar Rahmat Jalan Lambung Mangkurat Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Samarinda mengalami kenaikan secara bertahap menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap gas subsidi tersebut tetap tinggi dan tidak menunjukkan penurunan signifikan.

    Penjual LPG 3 kg di Pasar Rahmat Jalan Lambung Mangkurat Samarinda Roni mengungkapkan, kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak awal tahun. Ia menyebutkan, pada Januari lalu harga LPG masih berada di kisaran Rp35 ribu per tabung.

    “Dari awal Januari itu sekitar Rp35 ribu, kemudian di Februari naik lagi jadi Rp38 ribu,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

    Memasuki pertengahan Maret atau mendekati Lebaran, harga kembali mengalami kenaikan hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.

    Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap mengikuti kondisi pasar dan distribusi barang. Menurut Roni, tren kenaikan harga LPG menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran memang kerap terjadi setiap tahun.

    Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya untuk aktivitas memasak yang lebih intens dibanding hari biasa.

    “Kalau mau Lebaran memang biasanya naik, karena kebutuhan juga meningkat,” jelasnya.

    Meski harga mengalami kenaikan, ia menilai daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh. LPG 3 kg tetap menjadi kebutuhan utama rumah tangga sehingga tetap dibeli meskipun harganya lebih tinggi.

    “Pembeli tetap ada, karena ini kebutuhan pokok. Mau tidak mau tetap beli,” katanya.

    Ia bahkan menyebut beberapa pembeli membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai bentuk antisipasi kebutuhan selama Lebaran.

    “Ada juga yang beli sampai beberapa tabung sekaligus, mungkin untuk persiapan,” tambahnya.

    Roni memastikan bahwa stok LPG di tingkat penjual masih relatif aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, belum ada kelangkaan yang signifikan di lapangan.

    Menurutnya, distribusi LPG masih berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang.

    Namun, ia tetap mengimbau agar pembelian dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

    “Kita harap masyarakat beli secukupnya saja, supaya tetap merata,” ujarnya.

    Ia berharap setelah momen Lebaran berlalu, harga LPG dapat kembali stabil seperti sebelumnya.

    Hal ini penting agar tidak memberatkan masyarakat, terutama kalangan rumah tangga yang bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Harapannya setelah Lebaran harga bisa kembali normal,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Ratu ArifanzaAgustus 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memahami informasi, serta perkembangan yang terjadi di sekitarnya.…

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Agustus 30, 2026

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Teras Samarinda Tahap II Dibuka, Andi Harun Sebut Jadi “Paru-Paru Baru” di Tepi Mahakam

    Agustus 30, 2026
    1 2 3 … 3,308 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.