Insitekaltim, Samarinda – Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda menempatkan penanganan drainase dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam usulan pembangunan tahun 2027.
Camat Samarinda Ilir La Uje menyampaikan, usulan yang diajukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kota Samarinda merupakan hasil dari kebutuhan riil masyarakat di tingkat kelurahan.
Menurutnya, sebagian besar program yang diusulkan telah berhasil diinput dalam sistem perencanaan dan siap untuk diproses lebih lanjut.
“Secara umum usulan program kegiatan untuk 2027 di Samarinda Ilir sudah terakomodir dan terinput dengan baik,” ujarnya usai mengikuti Musrenbang, Kamis 2 April 2026.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam tahap verifikasi, khususnya terkait kesalahan teknis dalam penginputan data.
Beberapa usulan bahkan harus dikembalikan untuk diperbaiki karena ketidaksesuaian pada penentuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu maupun rincian spesifikasi kegiatan.
“Ada yang dikembalikan karena salah input, terutama terkait OPD pengampu dan spesifikasi kegiatan yang belum tepat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya ketelitian dalam menyusun usulan, termasuk pemisahan jenis pekerjaan dalam satu lokasi agar memudahkan proses penganggaran.
Sebagai contoh pekerjaan semenisasi dan drainase yang berada di satu titik tetap harus diinput secara terpisah dalam sistem.
“Itu jadi pembelajaran bagi kelurahan agar ke depan lebih presisi dalam memasukkan usulan,” tambahnya.
Dalam Musrenbang tahun ini sektor infrastruktur masih menjadi dominasi utama. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan dasar masyarakat serta arah kebijakan pemerintah kota yang menitikberatkan pada penanganan banjir dan peningkatan kualitas jalan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah kawasan Jalan Damai. Wilayah tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera karena kerap mengalami genangan air serta kondisi jalan yang rusak.
“Jalan Damai ini menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan upaya penanganan banjir dan kondisi jalannya juga sudah cukup membahayakan,” tegasnya.
Ia menambahkan kerusakan jalan di kawasan tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Dengan berbagai usulan yang telah disampaikan, pihaknya berharap pemerintah kota dapat memberikan perhatian serius khususnya pada titik-titik yang memiliki dampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.
“Mudah-mudahan usulan ini bisa diakomodir di 2027 karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

