Reporter: Akmal – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kaltim Isran Noor sangat optimis pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Benua Etam akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 7 persen.
Menurut Isran, pemindahan IKN ke Kaltim akan berdampak pula terhadap pembangunan infrastruktur, baik berupa bangunan perkantoran, waduk, jembatan, maupun jalan dari investasi negara.
“Termasuk pula akan mendorong pergerakan barang dan jasa ke Kaltim,” ujar Isran Noor di salah satu stasiun televisi, Sabtu (3/7/2021).
Oleh karena itu, Isran Noor menegaskan pemindahan IKN bukan hanya akan berdampak baik bagi Kaltim, tetapi juga bagi Indonesia.
“Pemindahan ibu kota negara ini sudah sangat lama dipikirkan oleh Presiden Soekarno, sekitar tahun 60an. Presiden Soeharto juga berencana memindahkan ibu kota negara. Presiden SBY juga, dan sekarang Presiden Jokowi. Sejak 2015 Pak Jokowi bahkan sudah melakukan kajian, dan Kaltim akhirnya yang dipilih,” ungkap Isran.
Secara geografis Kaltim berada di tengah-tengah republik. Manfaat IKN juga akan dirasakan bagi 34 provinsi yang ada di Indonesia.
Meski pandemi Covid-19 dinilai akan menghambat rencana pemindahan IKN. Namun Isran mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap berpikir positif dalam keadaan apapun.
“Pasti ada hikmah yang lebih baik dari ujian ini. Kalau kita terima dengan ikhlas dan sabar, Allah akan berikan manfaat yang lebih besar. Jadi jalani saja, tetap bekerja untuk mencapai apa yang kita inginkan,” seru Isran.
Isran juga akan merangkul masyarakat Kaltim untuk mengikuti semua perencanaan pusat terkait kelanjutan dari rencana perpindahan IKN.
“Prinsip kami sami’na wa atho’na, mendengar dan taat,” tutupnya.
Untuk diketahui, sumber pembiayaan ibu kota negara baru, dilansir Kementerian keuangan pada 2019 lalu yaitu sebesar Rp89,4 triliun (19,2%) melalui APBN, Rp253,4 triliun (54,4%) melalui KPBU serta Rp123,2 triliun (26,4%) dari pendanaan swasta.

