Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda
    Pemkot Samarinda

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    SintaBy SintaNovember 2, 2026Updated:November 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Guyuran hujan yang mulai terjadi di sejumlah kawasan Kota Samarinda belum cukup menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan kebakaran masih menghadapi kondisi lahan kering sehingga berpotensi memunculkan titik api baru.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso mengungkapkan, curah hujan belum merata di seluruh wilayah. Beberapa kawasan memang telah diguyur hujan, tetapi intensitasnya belum memadai untuk membasahi lahan yang dipenuhi rumput dan semak belukar kering.

    “Untuk daerah-daerah yang selama ini frekuensi kebakarannya cukup lama dan luas, justru belum ada hujan deras. Kalau gerimis ada, tetapi belum mampu membasahi lahan-lahan yang kering tersebut,” kata Suwarso, Senin, 2 November 2026.

    Kondisi tersebut membuat ancaman kebakaran masih tinggi meskipun hujan sempat turun di kawasan perkotaan, Makroman, hingga Sungai Siring. Sementara itu, sejumlah kawasan dengan riwayat kebakaran cukup tinggi belum memperoleh guyuran hujan deras.

    Data BPBD Samarinda mencatat sebanyak 347 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 932,19 hektare hingga 1 November 2026.

    Dalam perkembangannya, kemunculan api masih berlangsung secara fluktuatif. Petugas terkadang hanya menangani satu titik dalam sehari, tetapi pada waktu lain harus membagi personel untuk memadamkan kebakaran di beberapa lokasi sekaligus.

    Salah satu kejadian dengan luasan cukup besar berlangsung di sekitar TPA Sambutan. Kebakaran diperkirakan melahap sekitar 10 hektare lahan dan menjalar hingga kawasan Pelita 6 akibat kondisi medan yang terjal.

    Lokasi yang berdekatan dengan tumpukan ban juga membuat pemadaman membutuhkan cairan khusus. Tim gabungan akhirnya melakukan operasi pemadaman sekitar pukul 21.00 WITA dengan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, Satpol PP, BPBD Provinsi Kaltim, serta Bhabinkamtibmas.

    Suwarso turut mengingatkan bahwa faktor manusia masih menjadi salah satu pemicu kebakaran. Aktivitas pembakaran lahan kaplingan maupun area yang disiapkan untuk kebun berpotensi memicu api, terutama ketika vegetasi di sekitarnya mengering.

    BPBD juga mencermati potensi kebakaran di sekitar kawasan bukaan batu bara. Namun, penyebab masing-masing kejadian tetap harus dipastikan berdasarkan pemeriksaan di lapangan.

    Terkait dugaan pembakaran lahan, Suwarso menyebut lima orang telah diproses oleh Polresta Samarinda.

    Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak membiarkan api kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Warga dapat melakukan penanganan awal apabila situasi memungkinkan dan segera menghubungi petugas jika api mulai membesar.

    “Kalau ada kejadian api kecil, sebaiknya dipadamkan terlebih dahulu,” Pungkasnya. (ADV)

    BPBD Samarinda Hujan karhutla Kasus Kebakaran Pemkot Samarinda Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026

    Tinjau Lokasi Kebakaran di Dadi Mulya, Celni Pita Sari dan Lurah Salurkan Bantuan kepada Korban

    November 2, 2026

    Bidik Hasil Terbaik Adipura 2026, DLH Samarinda Perkuat Koordinasi Bersama DLH Kaltim

    November 2, 2026

    Bukan Sekadar Pencari Nafkah, DP2PA Samarinda Ajak Ayah Lebih Hadir dalam Pengasuhan Anak

    November 2, 2026

    Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Dasar, BPBD Samarinda Distribusikan Bantuan Air Bersih

    November 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan lingkungan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari bagaimana…

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026

    Tinjau Lokasi Kebakaran di Dadi Mulya, Celni Pita Sari dan Lurah Salurkan Bantuan kepada Korban

    November 2, 2026

    Bidik Hasil Terbaik Adipura 2026, DLH Samarinda Perkuat Koordinasi Bersama DLH Kaltim

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,423 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.