Insitekaltim, Samarinda – Rencana penerapan kurikulum Coding dan Artificial Intelligence (AI) di sekolah mendapat respons positif dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah.
Ia mengingatkan agar implementasinya tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian yang matang terhadap kesiapan sekolah, tenaga pendidik, hingga dampaknya bagi peserta didik.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat penguasaan keterampilan digital menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.
Karena itu, pengenalan coding dan AI di lingkungan pendidikan dinilai sejalan dengan tuntutan zaman. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan kesiapan seluruh aspek pendukung sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas.
“Kalau terkait penerapan kurikulum coding dan AI, saya kira karena kita berada di wilayah perkotaan, relatif memungkinkan untuk dilaksanakan. Tetapi memang perlu dikaji lebih mendalam lagi seperti apa dampaknya dan apa yang bisa dihasilkan dari penerapan kurikulum tersebut,” ujar Harminsyah saat ditemui dalam kunjungan ke RSUD IA Moeis, Jumat, 5 Juni 2026.
Teknologi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Karena itu, dunia pendidikan juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi agar lulusan sekolah memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Namanya teknologi tentu sesuatu yang sangat penting. Kita harus mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman. Tinggal bagaimana pemanfaatan teknologinya itu bisa benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” katanya.
Meski mendukung, pemerintah perlu memperhatikan berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan guru, ketersediaan perangkat pendukung pembelajaran, hingga metode pengajaran yang tepat agar materi coding dan AI tidak hanya menjadi program formalitas.
Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai catatan yang sebelumnya muncul terkait kesiapan sekolah menghadapi transformasi digital.
Langkah menuju pendidikan berbasis teknologi memang penting, tetapi harus dibarengi perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan kesenjangan antarsekolah maupun persoalan baru dalam proses belajar mengajar.
“Teknologi ini penting untuk masa depan anak-anak kita. Tetapi penerapannya harus benar-benar dipersiapkan, dikaji, dan disesuaikan dengan kondisi sekolah agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan bisa tercapai,” pungkasnya.

