Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga Pertamax Naik Saat Daya Beli Lesu, Pengamat: Beban Masyarakat Kian Berat
    Ekonomi

    Harga Pertamax Naik Saat Daya Beli Lesu, Pengamat: Beban Masyarakat Kian Berat

    R’syaBy R’syaJuni 17, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) Purwadi Purwoharsojo menilai kenaikan harga Pertamax di tengah melemahnya daya beli masyarakat menjadi pukulan berat, terutama bagi kelompok berpenghasilan tetap yang saat ini menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan hidup.

    “Sebetulnya itu pukulan berat buat masyarakat yang daya belinya sedang turun,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 17 Juni 2026.

    Ia menyebut dampak paling nyata dari kenaikan harga Pertamax adalah peralihan konsumsi masyarakat ke Pertalite. Ketika kemampuan membeli BBM nonsubsidi menurun, masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih murah.

    Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menambah persoalan distribusi BBM subsidi yang selama ini masih belum tepat sasaran. Ia menyoroti masih banyak kendaraan berkapasitas mesin besar yang menggunakan Pertalite sehingga kuota BBM subsidi menjadi lebih cepat habis.

    “Yang kita khawatirkan itu kalau tiba-tiba dalam jangka panjang Pertalite dihapus, sementara kondisi ekonomi masih stagnan. Tentu ini menjadi beban berat lagi bagi masyarakat,” tuturnya.

    Pengamat ekonomi itu menjelaskan kelompok masyarakat berpenghasilan tetap menjadi pihak yang paling rentan terdampak. Sebab, pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan, sementara biaya hidup terus bertambah.

    “Bayangkan penghasilannya tetap, tapi ada konsumsi harga-harga yang terus naik. Minyak goreng naik, BBM naik, BPJS naik, sementara ekonomi masih belum tumbuh dengan baik. Jadi pasti pukulan berat,” tegasnya.

    Selain kenaikan harga BBM, Purwadi mengungkapkan masyarakat juga masih menghadapi tekanan lain seperti nilai tukar rupiah yang belum stabil dan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Karena itu, ia meminta pemerintah lebih terbuka dalam menjelaskan manfaat dari kenaikan harga Pertamax kepada masyarakat.

    Ia berpendapat penerimaan yang diperoleh dari kebijakan tersebut harus disampaikan secara transparan, termasuk penggunaannya untuk program yang langsung dirasakan masyarakat.

    “Dari hasil kenaikan Pertamax itu terkumpul uang sekian, harusnya disampaikan. Misalnya dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk subsidi kesehatan, subsidi listrik, subsidi air bersih atau pembangunan jalan. Jadi masyarakat tahu manfaatnya,” pungkasnya.




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.