Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir
    Pemerintah

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahBy AminahOktober 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Perbaikan drainase di Jl. A.W. Syahrani Kota Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di Samarinda saat musim hujan. Pembersihan sedimentasi melalui program Hantu Banyu terus dilakukan, sementara sejumlah persoalan, mulai dari elevasi jalan hingga kebutuhan tambahan lahan untuk polder, masih perlu ditangani.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pembenahan drainase harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Menurutnya, saluran yang sudah dibersihkan tidak akan berfungsi optimal apabila masih ada hambatan di bagian lain.

    “Dari hulu ke hilir itu harus jalan. Tidak boleh hanya salah satu, terjadi hambatan di tengah nanti,” kata Marnabas di Samarinda, Minggu, 11 Oktober 2026.

    Kegiatan Hantu Banyu terus berjalan untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di parit. Pekerjaan tersebut mencakup sejumlah ruas, di antaranya Jalan Kehewanan, Jalan Bakti, Jalan Merdeka, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Gerilya hingga Jalan Damanhuri.

    Meski pemeliharaan terus dilakukan, persoalan aliran air di kawasan Damanhuri masih menjadi perhatian. Marnabas menyebut posisi jalan yang lebih tinggi daripada permukiman warga memengaruhi aliran air. Kondisi tersebut masih dibahas bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menentukan penanganannya.

    “Di Damanhuri ini ada persoalan karena jalannya agak tinggi. Jalan lebih tinggi daripada warga di situ, berpengaruh juga terhadap aliran air,” ujarnya.

    Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan ialah mencari tambahan lahan di kawasan Damanhuri untuk pembangunan polder atau kolam penampungan air. Namun, rencana tersebut masih dalam pembahasan internal.

    Selain memperbaiki saluran, kesiapan polder juga menjadi perhatian. Marnabas mengatakan Polder Air Hitam sebelumnya dipenuhi sedimentasi sehingga pembersihannya telah diperintahkan saat musim kemarau.

    Menurutnya, polder harus memiliki kapasitas tampung yang memadai ketika hujan turun. Sedimentasi yang dibiarkan menumpuk dapat mengurangi ruang tampung air, sehingga fungsi polder sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir tidak optimal.

    “Polder itu fungsinya menampung air. Jangan sampai ketika kemarau polder justru penuh dengan sedimentasi. Kalau hujan datang, air mau masuk ke mana?” katanya.

    Marnabas menegaskan, pemeliharaan drainase tetap berjalan meskipun terdapat penyesuaian anggaran akibat pemangkasan transfer ke daerah (TKD). Namun, kesiapan menghadapi hujan tidak hanya bergantung pada pengerukan sedimentasi. Pemerintah juga perlu memastikan aliran air tidak terhambat dan persoalan teknis di titik-titik rawan dapat diselesaikan.

     

    Drainase Marnabas Patiroy Musim Hujan Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahOktober 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di…

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.