Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Gratispol Internet Tembus 802 Desa, Pemprov Kaltim Kejar Listrik untuk 45 Desa Terpencil
    Pemerintah

    Gratispol Internet Tembus 802 Desa, Pemprov Kaltim Kejar Listrik untuk 45 Desa Terpencil

    SittiBy SittiJune 6, 2026Updated:July 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sebaran desa yang telah terhubung internet dan listrik di Kaltim. (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program Gratispol hampir menuntaskan pemasangan internet gratis di seluruh desa. Namun tepat saat target itu di depan mata, puluhan desa masih gelap tanpa listrik.

    Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mencatat capaian pembangunan internet menunjukkan progres yang cukup tinggi. Dari total 841 desa di Kaltim, sebanyak 802 desa telah terpasang layanan internet hingga akhir 2025.

    Rinciannya, seluruh 50 desa di Kabupaten Mahakam Ulu telah terhubung internet. Di Kabupaten Kutai Barat, jaringan telah menjangkau 167 desa. Kabupaten Paser mencapai 131 desa, sementara seluruh desa di Kabupaten Penajam Paser Utara telah menikmati layanan internet.

    Di Kabupaten Kutai Kartanegara, internet telah terpasang di 188 desa. Kabupaten Kutai Timur mencatat 136 dari 139 desa telah terhubung menyisakan 3 desa. Sementara di Kabupaten Berau hanya tersisa 1 desa yang belum mendapatkan layanan internet.

    Meski demikian, masih terdapat 39 desa yang menjadi target penyelesaian pemasangan pada tahun 2026. Desa-desa tersebut tersebar di Kabupaten Kutai Barat sebanyak 23 desa, Paser 8 desa, Kutai Kartanegara 5 desa, Kutai Timur 2 desa, dan Berau 1 desa.

    Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal sebelumnya menjelaskan, kendala utama dalam penyediaan internet di sejumlah desa adalah belum tersedianya pasokan listrik.

    “Kalau listrik tidak ada, bagaimana caranya memasang internet? Karena itu penyelesaiannya harus berjalan beriringan,” ujarnya.

    Untuk menuntaskan target tersebut, Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar melalui APBD Perubahan guna melanjutkan pemasangan jaringan internet di desa-desa yang belum terlayani.

    Di sisi lain, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan lagi pembangunan infrastruktur internet, melainkan penyediaan listrik bagi desa-desa yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

    Menurut Bambang, saat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mulai menjabat, terdapat 110 desa yang belum menikmati layanan listrik. Melalui program listrik desa dan pra-PLN yang dijalankan pemerintah daerah, jumlah tersebut berhasil ditekan secara bertahap.

    “Pada awal masa jabatan Pak Gubernur ada 110 desa yang belum berlistrik. Setelah dilakukan intervensi melalui program listrik desa dan pra-PLN, sebanyak 38 desa berhasil mendapatkan akses listrik sehingga tersisa 72 desa,” kata Bambang saat dihubungi melalui telepon.

    Meski demikian, upaya percepatan elektrifikasi sempat menghadapi kendala akibat penurunan dana bagi hasil (DBH) yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah.

    Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Pemprov Kaltim menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM guna mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang masih tertinggal.

    “Karena kemampuan anggaran daerah terbatas, Pak Gubernur berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Tahun ini ada 27 desa lagi yang akan diintervensi melalui program listrik desa dari pemerintah pusat,” terangnya.

    Apabila program tersebut berjalan sesuai target, jumlah desa yang belum berlistrik di Kaltim diperkirakan berkurang menjadi sekitar 45 desa pada akhir 2026.

    Sebagian besar desa yang belum menikmati listrik berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama di Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan sebagian wilayah Paser.

    Kondisi geografis yang menantang menjadi hambatan utama dalam pembangunan jaringan listrik. Banyak desa berada di kawasan terpencil, terisolasi, bahkan belum memiliki akses jalan yang memadai sehingga jaringan PLN belum dapat menjangkau wilayah tersebut secara optimal.

    “Mereka rata-rata berada di wilayah yang jauh, terisolasi, bahkan ada yang belum memiliki akses jalan. Karena itu jaringan PLN belum bisa masuk secara optimal,” jelas Bambang.

    Sebagai solusi sementara, pemerintah telah menyalurkan berbagai program pra-PLN, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal serta bantuan pembangkit mandiri bagi masyarakat.

    Pemprov Kaltim berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut agar seluruh desa yang masih tertinggal dapat memperoleh akses listrik dan internet secara merata dalam beberapa tahun mendatang.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026

    Berdasarkan Data Sudah 149 Kasus Kekerasan Terjadi di Kota Samarinda Semester I – 2026

    July 24, 2026

    Konflik Kepentingan Terendus di BUMD Samarinda, Wali Kota Pastikan Ada Sanksi

    July 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    Nur AjijahJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sepanjang 2026 melalui Program Kewirausahaan Terpadu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil…

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,238 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.