Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Gen Z, Generasi Paling Konsumtif?
    Lifestyle

    Gen Z, Generasi Paling Konsumtif?

    LarasBy LarasJanuari 13, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Founder Finansialku.com Melvin Mumpuni (kiri)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Generasi Z atau Gen Z dinobatkan sebagai generasi paling konsumtif. Generasi yang lahir pada 1997-2012 ini, tidak menyandang gelar tersebut tanpa alasan.

    Menurut survei Katadata Insight Center (KIC) dan Zigi pada 2022, Gen Z dinilai cukup konsumtif. Dalam survei tersebut, 72,9% pengeluaran Gen Z dialokasikan untuk kebutuhan komunikasi, 34,9% untuk belanja bahan makanan, dan 26,4% untuk fesyen dan aksesoris.

    Budaya menabung seolah sirna. Tren YOLO atau You Only Live Once (hidup hanya satu kali) menjadi panutan generasi ini. Alhasil, “kalau bisa menikmati sekarang, kenapa harus nanti” pun tercipta sebagai mindset atau pola pikir Gen Z.

    Dalam Podcast Suara Berkelas Episode 14 berjudul “Harusnya Mindset Keuangan Para Sandwich Generation Tuh Gini!”. Founder Finansialku.com sekaligus ahli bidang finansial Melvin Mumpuni menyebutkan beberapa faktor penyebabnya.

    Pertama, hadirnya berbagai metode pembayaran yang memudahkan transaksi real time tanpa perlu capek-capek merogoh dompet atau mencari uang pas.

    Mulai dari e-wallet, shopepay, paylater, debit, Qris, Dana, debit, Gopay, transfer dan masih banyak lagi. Kemudahan transaksi dimaksudkan untuk mempermudah pembayaran, tetapi membawa jalan untuk mudah menghambur-hamburkan uang sekaligus.

    “Dulu hanya cash atau tarik tunai, atau seenggaknya debit. Sudah tiga opsi saja, sekarang? Sekarang tidak perlu bawa dompet, cuman bawa Hp saja sudah,” ulas Melvin.

    Kedua, kebutuhan yang di-create (dibuat-buat). Dahulu, menurut Melvin, kebutuhan hanya sebatas sandang, papan, pangan. Sekarang ada istilah kebutuhan di-create. Ingin sebuah hiburan berupa nonton film, mendengarkan musik, mantengin idola lewat virtual, diperlukan tombol subscribe dan berbayar.

    Lalu, ada kebutuhan ngopi. Bukan masalah apabila kopi adalah hidup. Hanya saja, Melvin menguraikan, anak muda tidak doyan dengan kopi sachet warungan atau kopi hitam yang sering dikonsumsi generasi sebelumnya, melainkan kopi gula aren ala-ala cafe.

    “Standar sekarang itu berbeda. Standar untuk ada botol minum, standar makan siang, standar sepatu untuk lari, sepatu untuk jalan, semua ada standarnya,” jelasnya menyinggung terlalu banyaknya standar bagi Gen Z dalam keseharian yang bersifat tidak perlu.

    Ada sebuah film dokumenter yang mengambil latar perang dunia II di Amerika Serikat. Melvin menceritakan ketika ada seorang tentara Amerika perang di luar Amerika, ia kehabisan bahan pangan, salah satunya daging.

    Kebutuhan dalam negeri akan daging saat itu menipis. Untuk mengirim stok daging kepada tentara tersebut, pemerintah mengampanyekan gerakan makan jeroan. Jeroan sapi jauh lebih bagus ketimbang daging. Itu contoh kebutuhan yang di-create demi tujuan.

    “Kebutuhan itu di-create. Kamu kalau termakan jargon-jargon yang di-create itu, maka ya bakal ngikut tren. Pertanyaan siapa yang create itu? Tadinya kita tidak ada kebutuhan itu. Yang dapat untung adalah dia yang meng-create,” ungkapnya.

    Melvin menyarankan bahwa penghapusan standar atas sesuatu yang tidak ada urgensinya menjadi solusi. Tidak mudah termakan rayuan kebutuhan yang tidak perlu, juga keharusan. Menekan gaya hidup demi tujuan jangka panjang harus mulai ditanamkan dalam diri.

    Gen Z konsumtif Melvin Mumpuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Pantai Pemedas Samboja Dipadati Pengunjung, Wisatawan Nikmati Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Ismed Tegaskan Makan Berlemak Saat Lebaran Aman, Asal Tak Berlebihan

    Maret 25, 2026

    Kadinkes Samarinda Ingatkan Risiko Penularan Penyakit di Kolam Renang Umum

    Maret 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    Ratu ArifanzaApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan Work From Home (WFH) akan mulai…

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.