Insitekaltim, Samarinda – Berlari bukan hanya tentang menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dapat menjadi langkah sederhana untuk merawat lingkungan.
Semangat itulah yang diusung melalui kegiatan Earth Run 2026, sebuah ajang olahraga yang menggabungkan kampanye hidup sehat dengan aksi nyata pelestarian alam di Kota Samarinda.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas Buddhist Center Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda tersebut.
Dukungan itu mengemuka dalam audiensi pengurus Buddhist Center Kaltim bersama Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai 3, Kompleks Balai Kota Samarinda, Selasa, 3 November 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Saefuddin Zuhri menerima langsung Ketua Buddhist Center Kaltim, Pandita Hendri Suwito, beserta jajaran panitia pelaksana.
Saefuddin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat membuka ruang partisipasi publik melalui aktivitas yang mudah diikuti sekaligus membawa pesan keberlanjutan.
“Pemerintah Kota Samarinda menyambut baik kegiatan Earth Run 2026. Ini bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dua hal ini penting untuk terus kita dorong bersama,” Ungkap Saefuddin.
Berdasarkan pemaparan panitia, Earth Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026 pagi dengan titik start dan finis di GOR Segiri Samarinda. Kegiatan tersebut menargetkan sekitar 2.500 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim, bahkan dari luar Pulau Kalimantan. Panitia juga mengundang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda untuk hadir sekaligus membuka kegiatan.
Saefuddin menyatakan kesediaannya untuk mendukung pelaksanaan acara tersebut dan berencana ikut ambil bagian dalam kategori lari 5 kilometer.
“Insyaallah saya akan hadir dan berencana ikut berlari pada kategori 5 kilometer. Saya berharap kegiatan ini berjalan lancar, diikuti dengan antusias, serta mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan,” Ucapnya.
Salah satu pesan utama Earth Run 2026 terletak pada komitmen panitia untuk membagikan satu bibit pohon kepada setiap peserta. Bibit tersebut diharapkan ditanam di lingkungan tempat tinggal masing-masing sebagai bentuk kontribusi sederhana dalam menambah ruang hijau.
Menurut Saefuddin, konsep tersebut memberikan nilai tambah karena pesan pelestarian lingkungan tidak berhenti pada kampanye atau slogan, tetapi diarahkan menjadi tindakan yang dapat dilakukan masyarakat.
“Pemberian bibit pohon kepada setiap peserta merupakan langkah konkret yang patut diapresiasi. Harapannya, pohon-pohon itu benar-benar ditanam dan dirawat. Dengan begitu, manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan saat acara berlangsung, tetapi juga berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” Ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan, panitia menyiapkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Kedua kategori memiliki rute berbeda, dengan GOR Segiri sebagai titik awal sekaligus garis finis. Panitia juga menyiapkan hidangan lokal berupa Soto Banjar dan bubur untuk peserta, serta sejumlah hadiah menarik.
Salah satu hadiah yang disiapkan adalah sepeda motor listrik. Pemilihan hadiah tersebut sejalan dengan pesan kegiatan yang mendorong gaya hidup lebih ramah lingkungan dan penggunaan moda transportasi rendah emisi.
Saefuddin berharap pesan tersebut dapat menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui pilihan gaya hidup sehari-hari.
“Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan dan tindakan nyata. Semoga Earth Run menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih aktif berolahraga, mengurangi dampak terhadap lingkungan, dan bersama-sama menjaga Samarinda agar tetap nyaman serta lestari,” pungkasnya.
Melalui Earth Run 2026, olahraga diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus sarana menyampaikan pesan kepedulian terhadap alam. Lebih dari sekadar menyelesaikan lintasan lari, setiap peserta diajak membawa pulang semangat untuk hidup sehat dan ikut menjaga lingkungan mulai dari tempat tinggal masing-masing. (ADV)

