Insitekaltim, Samarinda – Borneo FC Samarinda memastikan kesiapan menghadapi empat kompetisi pada musim 2026/2027, dengan laga pembuka menghadapi Persija Jakarta pada 5 September 2026 menjadi salah satu agenda terdekat yang telah dipersiapkan tim.
Manajer Borneo FC Samarinda Dandri Dauri mengatakan, persiapan tim telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan di Yogyakarta. Masa pemusatan latihan tersebut menjadi modal untuk membenahi materi pemain sekaligus mematangkan kesiapan skuad sebelum kompetisi dimulai.
“Yang jelas dari persiapan satu bulan berada di Jogja, tentu merupakan modal. Persiapan lazimnya para tim-tim sepak bola di Indonesia, ada TC, kemudian juga membenahi secara materi pemain,” ujar Dandri, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menegaskan Borneo FC telah siap menghadapi empat kompetisi yang akan dijalani. Salah satunya pertandingan pembuka melawan Persija pada 5 September mendatang.
“Untuk kesiapan kita siap. Di empat kompetisi yang akan kami hadapi, salah satunya partai pembuka lawan Persija di tanggal 5, kita siap,” katanya.
Dandri juga mengajak masyarakat Samarinda dan Pusamania untuk kembali memberikan dukungan kepada tim. Menurutnya, keberhasilan Borneo FC finis sebagai runner-up pada musim sebelumnya tidak terlepas dari dukungan yang diberikan masyarakat dan suporter.
Ia berharap konsistensi dukungan masyarakat Samarinda dapat terus dipertahankan sepanjang musim.
“Saya berharap teman-teman suporter, teman-teman Pusamania juga bisa menggandeng lagi teman-teman yang lain. Masyarakat Samarinda juga perlu hadir selalu untuk mendukung,” ujarnya.
Dandri turut mengungkapkan adanya sejumlah pemain baru yang akan memperkuat Borneo FC Samarinda musim 2026/2027. Namun manajemen belum mengumumkan secara resmi nama-nama pemain tersebut.
Ia memastikan jumlah pemain baru lebih dari 10 orang. Pengumuman resmi akan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, bersamaan dengan pengenalan jersey dan skuad Borneo FC untuk musim baru.
“Pemain baru itu sudah menjadi bagian. Secara pengumuman resmi kita akan sampaikan nanti pada H-nya di mana ada juga pengumuman jersey, kemudian pemain saja, siapa saja yang akan pasti memperkuat skuad kita,” jelasnya.
Dandri membuka kemungkinan adanya tambahan pemain apabila dibutuhkan berdasarkan evaluasi tim pelatih. Hal tersebut juga berkaitan dengan Borneo FC yang akan menjalani empat kompetisi dengan jadwal yang berpotensi padat.
Menurutnya rotasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi pemain, terutama jika jarak antarlaga terlalu berdekatan.
Manajemen Borneo FC juga akan mengikuti rapat bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI. Dalam pertemuan tersebut, Dandri berharap ada kelonggaran bagi klub yang berlaga di kompetisi Asia, khususnya terkait jadwal pertandingan.
Ia menilai waktu pemulihan atau recovery pemain menjadi salah satu kunci menjaga kesiapan tim dalam menghadapi setiap pertandingan.
“Recovery itu menjadi salah satu kunci kesiapan dalam setiap laganya,” katanya.
Sementara terkait pertanyaan mengenai Borneo FC yang belum menghadapi klub luar negeri dalam laga uji coba pramusim, Dandri tidak mempermasalahkannya.
Ia menegaskan hasil uji coba bukan menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah tim dalam meraih gelar juara.
Menurut Dandri jawaban atas berbagai pertanyaan terkait persiapan tim baru dapat dilihat setelah kompetisi berjalan hingga pekan terakhir.
“Apakah pengaruh uji coba dengan sekelas MU juga bisa menjamin juara yang akan datang? Nanti kita lihat di pekan ke-34,” ujarnya.
Dandri menegaskan Borneo FC akan menjalani musim baru dengan keyakinan dan kerja keras bersama para pemain serta dukungan suporter.
“Bismillah saja. Kami memang Borneo itu begitu, bekerja melalui jalur Tuhan, melalui Allah, kemudian juga ditemani perjuangan dengan teman-teman suporter,” pungkasnya.

