Insitekaltim, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Kota Samarinda melakukan kunjungan lapangan ke Perumdam Tirta Kencana sebagai tindak lanjut pembahasan sebelumnya di klaster ekonomi dan pendapatan.
Dari hasil peninjauan, DPRD menilai kinerja Perumdam Tirta Kencana cukup positif, terutama dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan capaian layanan air bersih.
Wakil Ketua Pansus LKPj DPRD Samarinda Abdul Rohim mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk menggali data lebih dalam sekaligus mencocokkan laporan dengan kondisi di lapangan.
“Ini pertemuan lanjutan kami. Sebelumnya sudah dibahas di klaster ekonomi pendapatan, sekarang kami turun langsung ke lapangan untuk melihat dan mengambil sampel kegiatan yang telah dilaksanakan,” ujarnya di Perumdam Tirta Kencana pada Selasa, 28 April 2026 usai peninjauan.
Dari hasil evaluasi, DPRD menemukan bahwa capaian PAD Perumdam melampaui target yang telah ditetapkan. Target awal sebesar Rp12 miliar berhasil terlampaui dengan realisasi sekitar Rp17 miliar.
“Ini tentu capaian yang menggembirakan karena melampaui target yang direncanakan,” katanya.
Selain itu, capaian layanan air bersih juga menjadi sorotan. Hingga saat ini, tingkat pelayanan Perumdam Tirta Kencana telah mencapai sekitar 84 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Angka tersebut dinilai sudah cukup optimal, meskipun masih menyisakan ruang peningkatan.
“Capaian layanan air bersih sudah di angka 84 persen. Ini kita anggap cukup baik, tetapi ke depan tetap kita dorong agar bisa mencapai 100 persen lebih cepat dari target 2029,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD juga melakukan pengecekan langsung terhadap salah satu proyek pembangunan, yakni unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta ke-7. Hasilnya, proyek tersebut dinilai berjalan sesuai rencana, baik dari sisi konstruksi maupun pemanfaatannya.
“Secara bangunan dan konstruksi sudah sesuai, dan pemanfaatannya juga berjalan. Sejauh ini kami cukup puas dengan apa yang kami lihat di lapangan,” ucap Abdul Rohim.
Meski demikian, DPRD tetap mendorong peningkatan kinerja Perumdam Tirta Kencana, baik dari sisi pelayanan maupun kontribusi terhadap PAD. Salah satu yang akan didorong adalah kemungkinan penyesuaian target pendapatan ke depan.
“Kita akan diskusikan lagi dengan pemerintah kota apakah target PAD bisa ditingkatkan. Tapi tentu harus mempertimbangkan berbagai dinamika, termasuk kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi biaya operasional,” jelasnya.
Terkait isu kenaikan tarif air, DPRD memastikan hingga saat ini belum ada pembahasan ke arah tersebut.
“Belum ada pembicaraan soal kenaikan tarif air. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

