Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Muhammad Novan Syahroni Pasie, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda.
Hal tersebut disampaikan Novan usai menerima kunjungan dari pihak BPS yang datang untuk melakukan koordinasi sekaligus meminta dukungan dalam pelaksanaan sensus ekonomi di Kota Samarinda.
Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BPS dan DPRD, khususnya dalam upaya menyosialisasikan pentingnya sensus kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha baik skala mikro maupun besar.
“Mereka datang untuk meminta dukungan agar sensus ekonomi ini bisa tersosialisasi dengan baik ke masyarakat, khususnya pelaku ekonomi,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Novan menjelaskan, sensus ekonomi merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara berkala setiap 10 tahun sekali, sama halnya dengan sensus penduduk dan sensus pertanian.
Ia merinci, sensus penduduk dilakukan pada tahun berakhiran nol seperti 2000, 2010, dan 2020. Sementara sensus pertanian dilaksanakan pada 2013, 2023, dan akan kembali digelar pada 2033. Adapun sensus ekonomi sebelumnya dilakukan pada 2016 dan kembali dilaksanakan pada 2026.
“Sensus ini memang memiliki tahapan dan siklus tersendiri. Tahun ini kita masuk pada sensus ekonomi,” jelasnya.
Novan menekankan pentingnya data yang dihasilkan dari sensus tersebut, sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah ke depan. Ia berharap data yang terkumpul mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat.
“Harapannya, data dari sensus ini bisa menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya untuk pemerintah, Novan juga menilai hasil sensus ekonomi nantinya akan bermanfaat bagi sektor swasta maupun masyarakat umum dalam memahami perkembangan ekonomi di Samarinda dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
“Data ini tidak hanya untuk pemerintah, tapi juga bisa dimanfaatkan oleh sektor swasta dan masyarakat untuk melihat pergerakan ekonomi yang terjadi,” pungkasnya.

