Insitekaltim, Samarinda – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong DPRD Kaltim menyiapkan rapat dengar pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero). Persoalan gangguan empat pembangkit listrik menjadi salah satu hal yang akan dimintai penjelasan dalam pertemuan tersebut.
Ketua DPRD Provinsi Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan, pihaknya telah menerima permohonan RDP dari Fraksi PKS untuk membahas persoalan kelistrikan, termasuk pemadaman yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
“Baru kita terima permohonan dari Fraksi PKS untuk RDP dengan PLN. Banyak itu terkait pemadaman dan seterusnya,” kata Hasanuddin Mas’ud saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar Kota Samarinda, Jumat 18 September 2026.
Menurut Hasanuddin, RDP tersebut rencananya tidak hanya melibatkan satu alat kelengkapan dewan. Pembahasan akan diarahkan untuk melibatkan Komisi II dan Komisi IV DPRD Kaltim secara gabungan.
Ia mengatakan DPRD belum dapat menyimpulkan penyebab utama persoalan kelistrikan sebelum mendapatkan penjelasan langsung dari PLN. Sejumlah kemungkinan, seperti persoalan pasokan maupun ketersediaan batu bara menurutnya masih sebatas dugaan.
“Betulnya saya belum membahas ya, tapi nanti hasil RDP dengan PLN itu lebih bagus. Kalau sekarang ini saya baru mengira-ngira,” ujarnya.
Hasanuddin mengungkapkan kondisi ekonomi global hingga cuaca dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai sejumlah faktor yang mungkin berkaitan dengan kondisi pasokan energi. Namun, persoalan itu perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar DPRD tidak mengambil kesimpulan tanpa dasar yang jelas.
“Supaya ini lebih tepat nanti, nanti setelah RDP,” katanya.
Selain persoalan pemadaman bergilir, DPRD Kaltim juga akan meminta penjelasan mengenai empat pembangkit listrik yang sebelumnya diberitakan mengalami gangguan. Pihaknya perlu mengetahui penyebab gangguan pada pembangkit tersebut.
Menurut dia, DPRD akan menanyakan apakah gangguan terjadi karena persoalan teknis, kesalahan manusia, atau faktor lainnya.
“Kerusakan, iya, termasuk itulah kita tanyakan nanti. Itu karena apa, tekniskah, human error, atau dan seterusnya,” ucapnya.
RDP bersama PLN ditargetkan dapat digelar pada pekan depan. Hasanuddin berharap pertemuan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sistem kelistrikan Kaltim sekaligus menjelaskan penyebab gangguan yang berdampak pada pemadaman bergilir.
“Insyallah minggu depan,” pungkasnya.

