Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi kendala distribusi.
Kepala Kanwil Bulog Kaltim-Kaltara Musazdin Said mengatakan, kebutuhan armada menjadi salah satu persoalan utama dalam mempercepat distribusi bantuan pangan.
Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan karena wilayah layanan Bulog Samarinda mencakup enam kabupaten/kota.
“Iya, memang kendala kami kalau untuk distribusi ini karena waktunya yang diberikan itu mepet. Kemudian kami ada sedikit permasalahan di armada,” kata Musazdin, di Samarinda, Selasa 22 September 2026.
Menurutnya, distribusi bantuan pangan membutuhkan armada truk untuk mengangkut beras dari gudang menuju titik-titik penyaluran. Namun, antrean solar yang cukup panjang saat ini ikut berdampak terhadap kecepatan mobilisasi armada.
“Armada memang membutuhkan armada truk dan saat ini seperti kita ketahui, antreannya cukup panjang untuk solar. Sehingga ini juga memperlambat kecepatan kami dalam mendistribusikan ke titik-titik, utamanya di kelurahan-kelurahan,” jelasnya.
Beban distribusi juga cukup besar karena Bulog Samarinda melayani wilayah yang luas. Selain Kota Samarinda, distribusi mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Kota Bontang hingga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Dengan cakupan wilayah tersebut, jarak tempuh menjadi salah satu faktor yang memengaruhi waktu pengiriman bantuan pangan kepada masyarakat.
Musazdin mengatakan Bulog terus mengupayakan penambahan armada agar distribusi dapat dipercepat, terutama mengingat waktu penyaluran bantuan pangan yang tersedia cukup terbatas.
“Kami terus upayakan di sisa-sisa waktu ini. Mudah-mudahan juga ada tambahan-tambahan armada baru sehingga bisa lebih mempercepat pendistribusian beras bantuan pangan ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Bulog juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan distribusi dari satu titik gudang utama. Salah satunya dengan rencana pembangunan atau penambahan gudang di sejumlah kabupaten/kota.
Rencana tersebut diproyeksikan mulai direalisasikan pada tahun depan. Gudang baru direncanakan berada di beberapa wilayah, termasuk Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur dan Bontang.
“Untuk penambahan gudang, kami memang ada rencana, tapi ini baru mungkin akan dilaksanakan nanti di tahun depan,” terangnya.
Selain itu ditujukan untuk pemerataan stok beras sekaligus memangkas jarak distribusi bantuan pangan. Selama ini, stok yang digunakan untuk penyaluran bantuan masih bersumber dari gudang Bulog di Samarinda, Karang Asam Ulu.
“Dengan adanya gudang-gudang tersebut nanti kami harapkan jarak tempuh atau jarak distribusinya ini lebih dekat kepada penerima manfaat,” jelas Musazdin.
Keberadaan gudang di daerah, lanjutnya, diharapkan dapat membuat proses distribusi lebih efisien karena beras tidak harus selalu dikirim dari Samarinda ke wilayah yang jaraknya cukup jauh.

