Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan calon siswa yang hingga kini belum memperoleh sekolah negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tetap akan disalurkan ke sekolah yang masih memiliki daya tampung.
Dari sebelumnya 17 calon siswa yang belum tertampung, satu siswa telah kembali melapor dan diproses penempatannya. Saat ini tersisa 16 calon siswa yang masih diminta segera menghubungi Disdikbud agar dapat didistribusikan ke sekolah sesuai ketersediaan kuota.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Samarinda Mohammad Wahiduddin mengatakan, pemerintah tidak akan membiarkan calon siswa kehilangan hak memperoleh pendidikan.
“Pokoknya secepat mungkin semuanya akan kami salurkan, termasuk yang sebelumnya 17 calon siswa. Sekarang tinggal 16 karena satu sudah melapor lagi,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Disdikbud mengalami kesulitan menindaklanjuti siswa yang belum tertampung apabila tidak ada laporan langsung dari orang tua maupun wali.
Karena itu, ia meminta seluruh calon siswa yang belum mendapatkan sekolah segera menghubungi Disdikbud agar proses penempatan dapat segera dilakukan.
“Yang 16 itu silakan melapor. Kalau mereka melapor, kami akan langsung distribusikan ke sekolah yang masih memiliki kuota,” katanya.
Ia memastikan daya tampung di sejumlah SMP negeri masih tersedia. Persoalan yang dihadapi saat ini bukan lagi kekurangan bangku sekolah, melainkan penyesuaian lokasi sekolah dengan domisili calon peserta didik.
“Kuota sekolah masih banyak, asalkan yang bersangkutan bersedia masuk ke sekolah yang tersedia,” tegasnya.
Dalam menentukan sekolah tujuan, Disdikbud mengaku tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dari rumah siswa. Pemerintah tidak ingin menempatkan siswa di sekolah yang terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
“Nanti kami lihat petanya, rumahnya di mana. Jangan sampai rumahnya di Samarinda Utara tetapi ditempatkan di Loa Janan Ilir. Itu tidak manusiawi,” ujar Wahiduddin.
Prioritas penyaluran akan dilakukan ke sekolah negeri terdekat yang masih memiliki daya tampung sehingga siswa tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terbebani jarak yang terlalu jauh.
“Prioritas kami adalah sekolah-sekolah yang paling dekat dengan domisili calon siswa,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Disdikbud, sekolah negeri yang masih memiliki banyak kursi kosong umumnya berada di wilayah pinggiran Kota Samarinda. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Palaran, Sambutan, Sungai Siring, hingga Loa Janan.
“Memang sekolah yang masih sepi peminat rata-rata berada di daerah pinggiran seperti Palaran, Sambutan, Sungai Siring termasuk Loa Janan,” pungkasnya.

