ADVETORIALKOTA BONTANGNEWS

Dinsos Bontang Siapkan Strategi Hadapi Bencana Untuk Distribusi Makanan

Insitekaltim,Bontang – Bencana Banjir yang sempat melanda Kota Bontang beberapa pekan lalu menjadi pembelajaran bagi instansi dilingkungan Pemerintah Kota Bontang, terutama Dinas Sosial dalam menjalankan perannya.

Kepala Dinas Sosial Bontang, Abdul Safa Muha mengatakan, belajar dari peristiwa bajir lalu, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk membantu korban banjir dalam mendistribusikan makanan. Menurutnya pada saat bencana kemarin semua terjadi secara mendadak sehingga keterbatasan personil dirasa menjadi kendala untuk bekerja maksimal.

Inline

Kendati demikian, dirinya sudah menyiapkan strategi, dimana untuk distribusi makanan dilakukan perkelurahan saja, artinya Dinsos telah menyerahkan kewenangan dalam pendistribusian kepada setiap masing masing kelurahan.

“Karena Kondisi dan personil yang tersedia berbanding dengan korbannya. Jadi, untuk masalah banjir kami tidak lagi melayani per RT melainkan langsung ke kelurahan, karena kelurahan juga yang tau berapa RT yang perlu bantuan dan menjadi korban bencana banjir,”terangnya.

Lebih lanjut Abdul Safa Muha mengatakan, nantinya setiap kelurahan diwajibkan membuat dapur umum dan memasaknya untuk dibagikan kepada warga yang menjadi korban banjir. Hal tersebut dilakukan lantaran hampir sebagaian korban tidak mau di evakuasi lantaran lebih memilih tinggal untuk menjagai barang barangnya

“Banyak masyarakat tidak mau di evakuasi karena ingin menjaga barang miliknya agar tidak hilang, sementara hampir semua akses jalan terputus, jadi mau tidak mau harus masak kemudian dibagikan,”tegasnya.

Menurutnya jika bahan makanan seperti beras, telur dan mie instan di bagikan, kurang efektif, karena bisa saja ada warga yang kehabisan Gas Elpiji atau bahan lainnya untuk masak.

“Untuk beras tetap kita bagikan, namun mungkin nantinya volume beras akan kita kurangi tapi kita ganti dengan roti atau biskuit yang siap makan,”jelasnya.

Sementara untuk persediaan, makanan untuk korban bencana pihaknya tidak ingin menyetok bahan makanan seperti beras, telur dan mie instan lantaran masa kadaluarsanya tidak terlalu lama.

“Mungkin kedepannya lebih banyak menyetok kue, bisquit, kalau seperti beras cepat berkutu dan telur cepat busuk,”pungkasnya.(yanti)

Show More
Below Article AdAdvertise with Anonymous Ads

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker