Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan kondisi kesehatan calon jemaah haji secara umum dalam kategori aman menjelang keberangkatan tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kota Samarinda yang digelar Rabu, 1 April 2026 di Ruang Rapat Mahakam, Lantai 4 Kantor BPKAD Samarinda.
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Samarinda Silfi mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas jemaah hanya mengalami penyakit ringan seperti kolesterol dan hipertensi.
“Untuk jemaah, kebanyakan hanya kolesterol dan hipertensi. Untuk penyakit-penyakit pemberat, insyaallah tidak ada,” ujarnya.
Meski demikian, tahun ini proses seleksi kesehatan dilakukan lebih ketat. Jemaah dengan kondisi tertentu, seperti diabetes dengan kadar HbA1c tinggi, direkomendasikan untuk menunda keberangkatan.
“Kalau memang jemaah yang diabetes dengan HbA1c tinggi, tidak bisa diberangkatkan. Tahun ini super ketat, hanya yang hasil lab-nya benar-benar menunjang yang bisa berangkat,” jelasnya.
Dinkes juga menyiapkan skema pendampingan khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Pendampingan ini bisa berupa obat maupun pendamping orang, terutama bagi jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas seperti penggunaan kursi roda.
“Kalau lansia perlu pendamping, bisa dengan pendamping orang, misalnya untuk membantu dorong kursi roda,” tambahnya.
Dari sisi persiapan, saat ini seluruh jemaah tengah menjalani tahapan vaksinasi wajib, meliputi vaksin meningitis, polio, dan COVID-19 bagi yang belum menerima. Selain itu, jemaah juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksin flu guna mengurangi risiko sakit selama di Tanah Suci.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes turut mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini, termasuk dengan mengatur pola makan.
“Kami sudah mengingatkan untuk mengurangi makanan manis dan minuman dingin, agar kondisi tetap fit. Karena cuaca di Mekkah sangat berbeda dengan di sini,” tutupnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Plt Asisten I, Kapolresta, Dandim 0901, Kementerian Agama, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta sejumlah bagian di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

