Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan
    Kesehatan

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    AminahBy AminahOktober 18, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi balita yang meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kematian balita berinisial YS, berusia 1 tahun 2 bulan, setelah mengalami sesak napas di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, masih menyisakan pertanyaan mengenai penyebab medisnya.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, pihaknya telah menelusuri kasus tersebut melalui surveilans ke rumah sakit tempat korban terakhir mendapatkan perawatan. Berdasarkan penelusuran itu, ia menyatakan kematian YS tidak disebabkan karhutla.

    “Sehubungan dengan adanya kasus bayi di wilayah Bukuan, Kota Samarinda yang kemarin diberitakan. Kami dari Dinkes sudah melakukan penelusuran dan melakukan surveilans kepada rumah sakit terakhir di mana bayi tersebut meninggal. Dipastikan bahwa yang bersangkutan meninggal bukan karena karhutla,” kata Ismid, Sabtu, 17 Oktober 2026.

    Namun, Ismid tidak merinci diagnosis akhir maupun temuan medis yang mendasari pernyataan tersebut. Ia meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi korban dikonfirmasi kepada dokter yang terakhir merawatnya.

    Sementara itu, dokter spesialis anak Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda Ikhsan Ali mengatakan, YS memang mengalami gangguan pernapasan sebelum kondisinya memburuk. Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah gangguan tersebut berkaitan dengan paparan asap karhutla.

    “Kalau memang terkait apakah ini penyebabnya karhutla, saya tidak bisa pastikan. Yang pasti pasien ini memang mengalami gangguan pernapasan,” kata Ikhsan saat dikonfirmasi Sabtu, 17 Oktober 2026.

    Gangguan pernapasan pada anak dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk pneumonia atau infeksi yang menyebabkan peradangan paru-paru. Polusi udara, asap rokok, asap kendaraan, dan asap kebakaran lahan juga dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan.

    Untuk memastikan hubungan langsung antara paparan asap dan kematian, diperlukan bukti medis yang memadai. Ikhsan mencontohkan pemeriksaan postmortem untuk mengetahui kondisi organ tubuh, termasuk kemungkinan adanya jelaga pada paru-paru.

    Karena pemeriksaan tersebut tidak dilakukan, ia tidak dapat menyimpulkan karhutla sebagai penyebab kematian YS.

    Selanjutnya, Ibu korban Sindhy Jumatun (25) menuturkan anaknya mulai mengalami sesak napas sekitar sepekan sebelum meninggal.

    Pada Kamis 8 Oktober 2026, ia membawa YS ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Saat itu, saturasi oksigen anaknya disebut masih normal dan kondisinya belum dinilai parah.

    Namun, kondisi YS terus menurun. Pada Rabu 14 Oktober 2026, Sindhy kembali membawa anaknya ke puskesmas. Menurutnya, dokter menemukan suara tambahan pada pernapasan dan menyarankan agar YS menjalani rawat inap.

    Sindhy kemudian membawa anaknya ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Mulya Medika. Ia mengaku mendapat penjelasan bahwa kondisi anaknya masih normal.

    “Di IGD, saya sampaikan apa yang disampaikan dokter di puskesmas kalau ini sudah ada tarikan napasnya, sudah ada tambahan suara. Tapi dokter di IGD bilang enggak apa-apa, soalnya bayi 1 tahun itu pernapasannya masih lewat perut,” tutur Sindhy.

    Karena masih khawatir, Sindhy kembali ke puskesmas untuk meminta surat rujukan ke poli anak. Menurutnya, dokter di poli anak kemudian menyarankan YS menjalani rawat inap karena terdapat tarikan napas.

    YS akhirnya meninggal dunia pada Kamis 15 Oktober 2026, setelah mengalami gangguan pernapasan.

    Sindhy mengatakan anaknya tidak memiliki riwayat asma atau keluhan pernapasan sebelumnya. Ia menyebut YS memiliki keterlambatan tumbuh kembang dan peradangan pada mata yang mengharuskannya menjalani kontrol rutin setiap dua pekan.

     

    Dinkes Samarinda Ikhsan Ali Ismid Kusasih karhutla Rs Mulya Medika
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026

    Deni Minta Pemkot Samarinda Aktif Tangani Kabut Asap dan Cegah Karhutla

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    SintaOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Mencari pekerjaan bukan sekadar menemukan lowongan yang sesuai, tetapi juga memastikan posisi…

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026

    Saefuddin Harap PERDESTI Perkuat Profesionalisme Dokter Estetika

    Oktober 18, 2026

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,391 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.