Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hujan Mulai Guyur Utara dan Barat Kaltim, BMKG Prediksi Penguatan Curah Hujan Oktober–November

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Debat Pilkada Kota Bontang, Solusi Basri dan Neni Tangani Banjir, Bangun Polder
    Politik

    Debat Pilkada Kota Bontang, Solusi Basri dan Neni Tangani Banjir, Bangun Polder

    AdminBy AdminNovember 19, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Angel – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Basri Rase dan Neni Moerniaeni sama-sama berjanji akan menuntaskan masalah banjir di Kota Bontang. Dua calon wali kota Bontang itu memaparkan gagasan tentang solusi untuk banjir dalam Debat Pilkada Kota Bontang tahap kedua di Hotel Mercure Samarinda, pada Rabu malam (18/11/2020).

    Basri Rase dan Neni Moerniaeni menyoroti persoalan banjir saat menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh panelis debat tersebut.

    Pasangan calon Neni Moerniaeni dan Joni Muslim, yang mendapat giliran bicara terlebih dahulu, menilai banjir merupakan persoalan serius.

    Menurut dia, salah satu permasalahan banjir adalah aktivitas di hulu sungai oleh karena itu pihaknya akan mendorong gubernur Kaltim untuk membangun Bendungan Pengendalian Banjir(Bendali) Suka Rahmat.

    “Satu program yang berkelanjutan adalah penanggulangan banjir di mana kami mendorong Bapak Gubernur untuk membangun Bendali Suka Rahmat. Contoh banjir di Bontang sekitar tahun 2018. Banjirnya sangat besar. Kita mendapat banjir kiriman dari Kutai Timur dan Kutai Kartanegara,” kata Neni dalam pemaparannya.

    Dia juga berpendapat dengan adanya banjir di Kota Bontang dapat berimbas kepada ekonomi masyarakat.

    “Karena banjir ini bisa mengacaukan ekonomi masyarakat, banjir juga bisa menyebabkan penyakit yang sangat luar, biasa” ucapnya.

    Sejalan dengan koleganya, Joni Muslim berkomitmen bahwa pihaknya akan membangun folder di tiga titik, yaitu Tanjung Laut, Bontang Kuala dan Danau Kanaan. Tidak hanya itu, pihaknya akan turut serta melaksanakan gerakan kali bersih setiap hari Jumat.

    “Kami juga akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Bontang untuk tidak membuang sampah ke selokan. Ke depan kami punya program setiap Jumat, yakni Kali Bersih,” jelasnya.

    Sementara itu calon wali kota nomor urut 1 Basri Rase berjanji akan merampungkan persoalan banjir selama tiga tahun jika dia terpilih menjabat sebagai wali kota Bontang nanti.

    Menurut Basri penanganan banjir tidak cukup hanya dengan revitalisasi, pentingnya membendung sungai Bontang. Selain itu membangun empat sampai lima folder di titik rawan banjir, di antaranya HM Ardans (Pisangan), Kelurahan Tanjung Laut, Kanaan, Rawa Indah, Guntung, dan Telihan.

    “Kalau banjir masuk ke sungai akan berimbas pendangkalan. Jadi fokusnya ialah pengendalian banjir itu sendiri bagaimana membendung sungai yang ada di Kota Bontang dan membangun polder,” terangnya.

    Pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan banjir, dan memaksimalkan sebaik mungkin anggaran 10 persen yang berasal dari APBD guna menyelesaikan permasalah banjir Kota Bontang.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    AminahSeptember 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sejumlah warga di wilayah Wahau–Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, mempertanyakan akses mereka terhadap…

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hujan Mulai Guyur Utara dan Barat Kaltim, BMKG Prediksi Penguatan Curah Hujan Oktober–November

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    Hadapi Persaingan Media, Infosatu.co dan Insitekaltim Kembali Terverifikasi Dewan Pers

    September 25, 2026
    1 2 3 … 3,364 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.