Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harga Obat Peserta JKN Tetap Terlindungi dan Dipastikan Tetap Stabil Meski Dolar Menguat

    Juni 13, 2026

    Targetkan Kursi yang Lepas, Demokrat Gandeng Tokoh Daerah Perkuat Barisan

    Juni 13, 2026

    Ingin Kulit Glowing Alami? Olahraga Rutin Bisa Jadi Rahasianya

    Juni 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Daya Tampung Sempit di Kota Besar, Disdikbud Kaltim Arahkan ke Sekolah Swasta
    Diskominfo Kaltim

    Daya Tampung Sempit di Kota Besar, Disdikbud Kaltim Arahkan ke Sekolah Swasta

    EkhaBy EkhaJuni 10, 2025Updated:Juli 12, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Daya tampung sekolah negeri yang terbatas di sejumlah kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur menjelang pelaksanaan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

    Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Disdikbud Kaltim secara terbuka mengarahkan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk mendaftar ke sekolah swasta.

    Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Selasa, 10 Juni 2025, di Gedung E Kantor DPRD Kaltim.

    “Terutama di Balikpapan dan Samarinda, jika tidak bisa tertampung di sekolah negeri, otomatis siswa akan diarahkan ke sekolah swasta,” kata Armin.

    Pendaftaran SPMB sendiri akan dimulai pada 16 Juni 2025, dengan sistem daring berbasis pemantauan yang diklaim lebih transparan dan akuntabel. Dalam pelaksanaan tahun ini, Disdikbud mengganti istilah zonasi menjadi domisili, meski prinsip dasarnya tetap pada pemerataan akses pendidikan.

    “Sistem zonasi masih ada, tapi sekarang kita pakai istilah domisili. Kami juga bentuk tim pemantau agar pelaksanaan bisa dipantau langsung melalui sistem,” jelas Armin.

    Selain itu, Armin juga menyoroti kondisi sekolah di daerah terpencil dan terisolasi. Ia menyebut bahwa sekolah di wilayah seperti itu akan diizinkan menerima siswa melebihi kuota resmi, sebagai bentuk fleksibilitas kebijakan yang memperhatikan kondisi geografis.

    “Kalau sekolahnya terisolir dan tidak ada sekolah lain, ya harus tetap menerima, walaupun melebihi daya tampung,” tambahnya.

    Berdasarkan data Disdikbud Kaltim, jumlah daya tampung tingkat SMA terbanyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 6.441 kursi. Disusul oleh Samarinda sebanyak 4.915, Balikpapan 3.382, Kutai Timur 3.128, dan Paser 2.540. Kabupaten lainnya seperti Berau mencatat daya tampung 2.779, Penajam Paser Utara 1.404, Kutai Barat 1.996, Bontang 756, dan Mahakam Ulu 590.

    Sementara untuk tingkat SMK, Samarinda mencatat daya tampung tertinggi dengan 7.250 siswa, diikuti oleh Kutai Kartanegara 3.314, Balikpapan 3.250, Kutai Timur 2.248, Berau 1.456, Paser 1.336, Penajam Paser Utara 1.440, Kutai Barat 1.110, Bontang 1.008, dan Mahakam Ulu belum mencatatkan data.

    Total daya tampung seluruh SMA di Kaltim tahun ini mencapai 27.931 kursi yang tersebar dalam 766 rombongan belajar, sedangkan daya tampung SMK mencapai 22.412 kursi dalam 637 rombel.

    Dengan terbatasnya daya tampung di kota besar dan terus bertambahnya lulusan SMP setiap tahunnya, Disdikbud Kaltim meminta masyarakat untuk memahami kemungkinan sebagian peserta didik harus masuk ke sekolah swasta. Armin memastikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah swasta agar dapat menampung siswa secara optimal.

    “Kami ingin memastikan semua anak tetap sekolah. Negeri atau swasta sama pentingnya, dan ini tanggung jawab bersama,” tutup Armin (Adv/Diskominfokaltim).

    Editor : Sukri

    Disdikbud kaltim Plt Armin Sekolah Swasta SPMB 2025
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ekha

    Related Posts

    Siswa Samarinda Tunjukkan Kualitas, Capaian TKA Melebihi Rata-Rata Nasional

    Juni 10, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Harga Obat Peserta JKN Tetap Terlindungi dan Dipastikan Tetap Stabil Meski Dolar Menguat

    Nur AjijahJuni 13, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tetap…

    Targetkan Kursi yang Lepas, Demokrat Gandeng Tokoh Daerah Perkuat Barisan

    Juni 13, 2026

    Ingin Kulit Glowing Alami? Olahraga Rutin Bisa Jadi Rahasianya

    Juni 13, 2026

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    Juni 13, 2026

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,142 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.