Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Yosua Laden mengatakan pola latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda disesuaikan dengan kondisi cuaca yang sangat terik.
Intensitas latihan lapangan diatur agar kondisi fisik peserta tetap terjaga hingga pelaksanaan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Yosua mengungkapkan, pembekalan di dalam ruangan telah dilaksanakan dan akan dilanjutkan dengan materi integritas dari Inspektorat. Setelah itu, peserta akan memasuki latihan lapangan yang lebih intensif pada Agustus mendatang.
“Selama ini materi di ruangan sudah dilaksanakan. Nanti masih ada materi integritas dari Inspektorat. Setelah itu kita selingi dengan pelatihan di lapangan yang lebih intensif di Agustus. Saat ini kami tidak berani terlalu kencang karena situasi cuaca lagi sangat-sangat terik,” ujarnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, penyesuaian pola latihan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peserta tidak mengalami kelelahan akibat paparan cuaca panas. Kesbangpol bersama pelatih dari TNI dan Polri mengatur ritme latihan sehingga peserta tetap dapat menjalani seluruh rangkaian pembinaan hingga Hari Kemerdekaan.
“Jangan sampai anak-anak ini layu duluan. Kalau kita lihat di luar negeri gelombang heatwave ini sudah ada korban jiwa. Jangan sampai di Samarinda juga terjadi karena kondisi fisik mereka kelelahan dan tidak bisa melanjutkan sampai selesai,” jelasnya.
Karena itu, Kesbangpol bersama pelatih dari TNI dan Polri mengatur ritme latihan agar tetap efektif tanpa membebani kondisi fisik peserta. Latihan lapangan tetap dilaksanakan, namun durasi dan intensitasnya disesuaikan dengan kondisi cuaca.
“Teman-teman pelatih dari TNI dan Polri sudah paham bagaimana kegiatan di lapangan anak-anak ini bisa lebih baik lagi diatur waktunya. Jadi tidak semuanya harus digas terus-terusan. Disesuaikan tetap,” tuturnya.
Di sisi lain, Yosua memastikan penyesuaian anggaran tahun ini tidak mengurangi kualitas pembinaan Paskibraka Kota Samarinda. Pengurangan anggaran hanya berdampak pada penyesuaian masa karantina, sedangkan seluruh tahapan pembinaan tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Anggaran memang ada berkurang, tetapi tidak menjadi sesuatu yang menghambat latihan dari tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya masa karantina 14 hari, sekarang sekitar 9 sampai 11 hari. Itu juga disesuaikan dengan kemampuan ekonomi kita. Sesuatu yang tidak bisa dipaksakan, tetapi aturan karantina tetap ada,” bebernya.
Ia juga memastikan fasilitas yang diterima peserta tidak mengalami pengurangan. Seluruh peserta tetap memperoleh dua setel seragam, terdiri atas pakaian dinas upacara (PDU), seragam latihan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Untuk PDU dan seragam upacara akan dibagikan pertengahan Agustus. Sementara seragam latihan sudah ada di kantor, saat ini masih kami cek kelengkapannya. Kalau sudah selesai akan segera dibagikan kepada peserta,” terangnya.
Ia menambahkan, penentuan petugas pembawa baki sepenuhnya menjadi kewenangan pelatih. Penilaian dilakukan berdasarkan kesiapan fisik dan mental peserta selama mengikuti seluruh rangkaian latihan.
“Pelatih yang menentukan mana yang siap secara fisik dan mental. Fisik mereka harus lebih baik daripada teman-teman yang lain karena itu juga menjadi wajah pada saat upacara,” pungkasnya.

