Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Cegah Pesut Mahakam Punah, Menteri LH: Sekarang Waktunya Beraksi
    Diskominfo Kaltim

    Cegah Pesut Mahakam Punah, Menteri LH: Sekarang Waktunya Beraksi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis, 3 Juli 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kutai Kartanegara – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis, 3 Juli 2025.
    Kedatangannya bukan sekadar seremoni, tetapi untuk melihat langsung kondisi ekosistem Pesut Mahakam dan mengeksekusi langkah-langkah nyata demi penyelamatan spesies langka yang kini terancam punah.

    “Jangan lagi kita bicara deklarasi dan diksi. Sekarang waktunya aksi,” tegas Menteri Hanif di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Pela.

    Danau Mahakam diketahui memiliki peran vital dalam menjaga keanekaragaman hayati. Selain menjadi rumah bagi beragam ekosistem, kawasan ini juga merupakan habitat bagi spesies endemik seperti Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Spesies ini masuk dalam kategori critically endangered menurut IUCN Red List dan tercantum dalam Appendiks I CITES.

    Sekitar tiga dekade lalu, Pesut Mahakam masih kerap terlihat di perairan Samarinda. Namun kini, satwa air itu hanya bisa dijumpai di kawasan terbatas seperti Sungai Pela dan Danau Semayang. Populasinya pun terus menurun dan diperkirakan tersisa hanya 62 ekor.

    “Kita tidak bisa bilang berhasil kalau jumlahnya tidak meningkat. Kalau tahun ini 62 ekor, minimal tahun depan meningkat menjadi 70 ekor atau lebih,” ujar Menteri Hanif Faisol menekankan.

    Disampaikannya, bahwa penyelamatan spesies ini harus melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Ia menyerukan perlunya langkah terpadu mulai dari pelestarian ekosistem, pengawasan aktivitas yang mengancam lingkungan, hingga penindakan terhadap praktik perusakan habitat seperti penggunaan jaring, setrum, dan bom ikan.

    Sebagai bagian dari upaya konkret, Menteri Hanif Faisol lantas merencanakan untuk mengangkat empat tokoh lokal sebagai tenaga ahli untuk membantunya dalam pelestarian Pesut Mahakam. Mereka adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin, Direktur Yayasan Konservasi RASI, Ir Budiono, Dosen Universitas Mulawarman, Dr Mislan, serta peneliti Yayasan Konservasi RASI, Daniell Krap.

    “Menteri setiap hari ada di sini melalui tenaga-tenaga ahlinya. Semua perkembangan nanti akan dilaporkan ke saya,” tegas Menteri Hanif kepada para wartawan.

    Pemerintah provinsi dan kabupaten turut menyatakan dukungan penuh terhadap misi penyelamatan tersebut. Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Kutai Kartanegara yang turut hadir dalam kunjungan kerja ini sepakat untuk menggerakkan kewenangan di tingkat masing-masing, termasuk dengan mengacu pada UU No. 32 Tahun 2009 dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

    “Pesut Mahakam bukan hanya kebanggaan, tapi simbol keanekaragaman hayati Kalimantan Timur, bahkan Indonesia. Harus kita jaga dan lestarikan,” tandasnya.

    Gubernur juga mengapresiasi upaya masyarakat Desa Pela yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan keberadaan Pesut Mahakam. Ia menyebut, partisipasi masyarakat lokal sangat menentukan keberhasilan konservasi.

    Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah perwakilan internasional, di antaranya Resident Representative UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura; Deputy Regional Director UNEP Asia Pasifik, Marlene Nilsson; Kepala Kerja Sama Pembangunan Kedutaan Besar Jerman, Oliver Hope; serta perwakilan dari IFAD, GIZ, dan beberapa mitra pembangunan lainnya.

    Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat lokal, dan lembaga internasional ini diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan yang efektif, tidak hanya bagi Pesut Mahakam, tetapi juga untuk ekosistem air tawar Kalimantan yang semakin terancam akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

    Melalui langkah nyata ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan biodiversiti yang unik dan tidak tergantikan. Pesut Mahakam bukan sekadar fauna lokal, melainkan ikon penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai yang menjadi urat nadi kehidupan ribuan masyarakat di tepian Mahakam. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    BPU Hanif Faisol Nurofiq Pesut Mahakam Punah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    Ratu ArifanzaApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mengungkapkan efektivitas penggunaan…

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar, Tantangan Kepercayaan Warga Jadi Catatan DPRD

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,058 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.