Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Bukan Sekadar Upacara, Anak Muda Samarinda Maknai Kemerdekaan Lewat Kebebasan Memilih dan Berkarya
    Pendidikan

    Bukan Sekadar Upacara, Anak Muda Samarinda Maknai Kemerdekaan Lewat Kebebasan Memilih dan Berkarya

    R’syaBy R’syaAgustus 8, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Mahasiswa baru Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mengikuti kegiatan bersama di lingkungan kampus, Sabtu, 8/8/2026. (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Bagi anak muda, kemerdekaan tidak selalu harus dimaknai lewat upacara, pengibaran bendera, atau perlombaan setiap 17 Agustus. Di kehidupan sehari-hari, kemerdekaan justru terasa ketika mereka memiliki kebebasan menentukan pilihan, menyampaikan pendapat, hingga berkarya dengan tetap bertanggung jawab.

    Ersa, mahasiswa baru Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan untuk menentukan pilihan hidup dan berekspresi tanpa mengabaikan tanggung jawab.

    “Bebas menentukan pilihan hidup dan berekspresi, tapi tetap bertanggung jawab,” ujarnya di Samarinda, Sabtu, 8 Agustus 2026.

    Menurutnya, bentuk kemerdekaan tersebut dapat dimulai dari keputusan-keputusan sederhana yang dekat dengan kehidupan anak muda. Misalnya berani memilih jurusan sesuai keinginan, berani menyampaikan pendapat mengenai hal yang dianggap benar di media sosial, serta tidak ikut melakukan hal-hal negatif.

    Bagi Ersa, kemerdekaan juga seharusnya mendorong anak muda untuk menghasilkan sesuatu yang berdampak. Karena itu, perayaan kemerdekaan dinilainya tidak harus selalu berupa upacara dan lomba.

    “Selain upacara dan lomba, cara paling relevan adalah berkarya dan berdampak. Contohnya bikin konten positif, dukung UMKM lokal, ikut kegiatan sosial,” sebutnya.

    Ia menilai kontribusi anak muda terhadap lingkungan dan masyarakat juga tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menjaga kebersihan, tidak menyebarkan hoaks, serta aktif dalam kegiatan kampus menjadi langkah sederhana yang menurutnya tetap memiliki arti.

    “Hal kecil ini penting karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil,” tuturnya.

    Sementara itu, April 24 tahun yang telah bekerja, melihat kemerdekaan dari sisi yang lebih dekat dengan kebebasan menentukan masa depan. Setiap orang memiliki hak untuk memilih jalan hidup dan menyampaikan suara selama dilakukan dengan bertanggung jawab.

    “Kalau dalam kehidupan sehari-hari menurutku kayak kita bebas mau ngelakuin apa aja, bebas memilih dan bebas mau bersuara, bukan asbun juga lah ya,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan kebebasan tersebut dapat dirasakan perempuan ketika memiliki kesempatan menentukan pilihan hidupnya sendiri, baik memilih untuk menikah, bekerja, maupun melanjutkan pendidikan.

    Anak muda juga bisa merayakan kemerdekaan dengan kegiatan yang mengajak mereka kembali melihat Indonesia secara lebih reflektif. Ia mengusulkan doa bersama hingga menonton film yang berkaitan dengan perjuangan dan Indonesia.

    “Aku pengen doa bersama atau nobar film yang berhubungan, karena sekarang anak-anak muda pada merendahkan negaranya sendiri,” ucapnya.

    Selain kegiatan khusus pada momentum kemerdekaan, April menyebut kontribusi juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Ia mengingatkan anak muda untuk tidak hanya menjaga lingkungan dari sampah, tetapi juga menjaga perkataan.

    “Segampang nggak nyampah sembarangan, sampah beneran dan sampah perkataan. Capek banget dengar orang putus asa, kita butuh orang optimis,” katanya.

    Meski menginginkan perayaan yang lebih relevan dengan generasi muda, April menilai tradisi 17 Agustus tetap penting dipertahankan. Lomba-lomba di tingkat lingkungan tetap memiliki nilai sebagai ruang berkumpul sekaligus nostalgia bagi generasi muda.

    “Namun kegiatan ini dapat dikembangkan dengan sentuhan yang lebih kekinian, seperti membuat video kreatif atau pertunjukan teater,” pungkasnya.

     

    HUT RI Ke- 81 Mahasiswa Polnes Polnes Upacara Upacara HUT ke-81 RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Setahun Tujuh Hari Dimutasi, Guru SMA Kaltim Masih Terjebak Persoalan Administrasi dan Jam Mengajar

    September 8, 2026

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026

    BCIM 2026 Digelar di Samarinda, Ini Daftar Para Juara Tari Kreasi Nusantara

    September 6, 2026

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.