Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum dibayarkan akan cair pada September 2026. Keterlambatan pembayaran bukan karena tidak tersedianya anggaran, melainkan penyesuaian arus kas daerah.
Ia menjelaskan, anggaran insentif guru dari Januari hingga Desember 2026 telah dialokasikan dalam APBD Kota Samarinda. Karena itu, ia memastikan insentif tersebut tetap dibayarkan kepada guru.
“Seluruh insentif dari Januari sampai Desember sudah kita alokasikan anggarannya, jadi pasti diterima. Yang belum kita bayar pada triwulan kedua hanya Juni. Yang memang kita alokasikan pada September kita bayar. Insyaallah dalam dua hari ke depan insentif bulan Juni segera diterima,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Ruang Mangkupalas Balai Kota Samarinda, Rabu, 9 September 2026.
Pembayaran insentif guru menggunakan skema triwulanan. Insentif Januari-Maret dibayarkan pada April, April-Juni pada Juli, Juli-September pada Oktober, sedangkan Oktober-Desember dibayarkan pada Desember.
Dengan demikian, insentif untuk Juli, Agustus, dan September belum termasuk pembayaran triwulan II. Ketiganya akan dibayarkan pada Oktober sesuai skema yang berlaku.
Ia membeberkan, penyesuaian pembayaran untuk Juni dilakukan karena Pemkot Samarinda perlu mengatur arus kas daerah. Pemasukan daerah tidak masuk sekaligus dalam satu waktu, baik yang berasal dari transfer pemerintah pusat dan provinsi, opsen maupun pendapatan asli daerah (PAD).
“Alasan belum dibayar triwulan dua kami mengatur arus kas. Kalau bersamaan kami bayar semuanya, belanja insentif semuanya bersamaan tiap bulan, kas kita akan mengalami problem karena uang masuk, baik transfer maupun keuangan maupun PAD tidak masuk dalam satu bulan,” jelasnya.
Kondisi tersebut bukan berarti anggaran insentif tidak tersedia. Pemkot Samarinda hanya perlu menyesuaikan waktu pembayaran dengan kondisi kas daerah agar tidak mengganggu pembiayaan sektor lainnya.
“Kas daerah tidak boleh kosong. Kalau dipaksakan bayar sekaligus bahaya. Yang kita biayai tidak hanya insentif, ada kesehatan dan banyak sekali. 30 perangkat daerah jadi objek pembiayaan kita,” pungkasnya.

