Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga
    Ekonomi

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaBy R’syaJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim), Mas’ud Rifai (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan mitigasi pasokan menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga di Kaltim. Hal itu menyusul masih adanya sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat yang didatangkan dari luar daerah, sehingga gangguan produksi maupun distribusi di wilayah pemasok dapat berdampak terhadap harga di Kaltim.

    “Kalau beberapa poin besarnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah sumber barang-barang yang kita konsumsi di Kaltim. Ada beberapa produk, bahkan mungkin sebagian besar, yang masih didatangkan dari luar. Nah, barangkali ini yang perlu diperhatikan betul,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.

    Ia mencontohkan kenaikan harga bawang merah dimana pada Mei, harga rata-rata bawang merah di Kaltim berada di kisaran Rp44.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara pada Juni, harga bawang merah melonjak hingga mencapai kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

    Menurutnya, kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi penurunan produksi di daerah pemasok, seperti Sulawesi dan Jawa, sehingga pasokan berkurang.

    “Sebagai contoh, bawang merah secara month to month mengalami peningkatan. Salah satu sebabnya di pemasoknya sedang drop produksinya, sebagian Sulawesi dan sebagian Jawa. Akhirnya menyebabkan kekurangan pasokan bawang, otomatis harganya meningkat,” bebernya.

    Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemerintah memastikan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat tetap terjaga. Gangguan pada rantai pasok, baik akibat penurunan produksi maupun faktor eksternal perlu diantisipasi agar tidak berlanjut menjadi tekanan terhadap harga.

    Selain faktor produksi, Rifai menyebut kondisi global juga masih memberikan pengaruh terhadap inflasi melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan tersebut kemudian berdampak pada biaya distribusi barang.

    “Efek dari peristiwa global sekarang, perang masih lanjut. Ternyata rentetannya harga BBM naik. Itu juga termasuk yang memengaruhi inflasi kita,” terangnya.

    Ia menambahkan, pengamanan pasokan dan distribusi menjadi langkah penting agar inflasi tetap terkendali di tengah berbagai risiko yang dapat memengaruhi harga komoditas di Benua Etam.

     

    BPS Kaltim Harga Bahan Pokok Mas'ud Rifai
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Bukan Sekadar Bermimpi, Anak Muda Samarinda Didorong Berani Jadi Pemimpin dan Entrepreneur

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 15 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membukukan…

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.