Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»BNPB Siapkan Helikopter Waterbombing, 176 Karhutla Terjadi di Samarinda
    Pemerintah

    BNPB Siapkan Helikopter Waterbombing, 176 Karhutla Terjadi di Samarinda

    IraBy IraSeptember 8, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan satu unit helikopter untuk melakukan waterbombing sebagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Samarinda, Kalimantan Timur (Katim).

    Helikopter tersebut telah tiba di Bandara APT Pranoto dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Rabu, 9 September 2026.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pihaknya telah menerima informasi langsung dari BNPB terkait kedatangan helikopter untuk mendukung penanganan Karhutla di wilayah Samarinda.

    “Bahwa saat ini helikopter sudah sampai di APT Pranoto,” kata Suwarso.

    Menurutnya, pelaksanaan waterbombing diharapkan dapat dimulai pada Rabu. Namun, teknis operasi masih akan dibahas dalam rapat bersama BNPB.

    “Sementara yang saya lihat di Bandara APT Pranoto satu unit,” ujarnya.

    Suwarso mengatakan BNPB juga telah meminta data titik-titik kebakaran di Samarinda sebagai bahan untuk menentukan penanganan. Data tersebut telah disampaikan BPBD dalam bentuk grafik dan infografis.

    “Dari BNPB sudah minta data-data kebakaran di Samarinda. Sudah disampaikan secara grafik maupun infografis,” katanya.

    Berdasarkan data terakhir BPBD Samarinda, tercatat sekitar 176 kejadian kebakaran lahan di wilayah tersebut. Dari seluruh kejadian itu, kebakaran di kawasan Betapus, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara menjadi yang terbesar dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 20,5 hektare.

    “Sekitar 176, data terakhir itu ya. 176 kejadian dan yang terbesar di sini. Dulu sempat terbesar itu di daerah Bantuas, kurang lebih 10 hektare. Tapi ini ternyata di sini Betapus ada 20,5 hektare,” jelas Suwarso.

    Selain kawasan permukiman dan lahan semak, BPBD berharap waterbombing juga dapat diarahkan ke kawasan pertanian apabila secara teknis memungkinkan.

    Menurut Suwarso, penanganan di lahan pertanian dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi tanah dan mengembalikan fungsi sawah yang terdampak kekeringan maupun kebakaran.

    “Kalau memungkinkan lahan pertanian bisa ikut dilakukan waterbombing, itu juga akan mempercepat proses pengembalian fungsi sawah, bisa hidup tanah-tanah kembali. Sehingga petani juga bisa ikut merasakan manfaat dari waterbombing,” ujarnya.

    Di sisi lain, BPBD Samarinda juga telah berkomunikasi dengan BNPB terkait kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran.

    Namun, Suwarso mengatakan OMC belum dapat dilakukan karena belum terdapat potensi awan yang cukup untuk disemai menjadi hujan.

    “Saya juga sudah komunikasi langsung dengan Kepala BNPB. Beliau menyampaikan bahwa hasil dari BMKG Pusat, belum ada potensi awan, pembentukan awan yang berpotensi menjadi hujan,” katanya.

    Menurutnya, kondisi tersebut membuat waterbombing menjadi langkah awal yang dipilih BNPB untuk membantu penanganan kebakaran.

    “Belum ada awan yang potensi besar untuk disemai menjadi hujan. Jadi langkah pertama yang dilakukan oleh BNPB adalah melalui waterbombing,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    November 2, 2026

    BMKG Catat 45 Hari Tanpa Hujan di Kukar, Ini Prakiraan Awal November

    November 2, 2026

    Tak Terima Dana Tunai, Samarinda Bakal Kebagian Peralatan hingga BBM dari Banpres Karhutla

    November 2, 2026

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan lingkungan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari bagaimana…

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026

    Tinjau Lokasi Kebakaran di Dadi Mulya, Celni Pita Sari dan Lurah Salurkan Bantuan kepada Korban

    November 2, 2026

    Bidik Hasil Terbaik Adipura 2026, DLH Samarinda Perkuat Koordinasi Bersama DLH Kaltim

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,423 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.