Insitekaltim, Samarinda – Berat badan kembali naik setelah diet menjadi persoalan yang cukup sering terjadi. Penurunan berat badan yang sudah dicapai bisa berbalik ketika seseorang kembali pada pola makan sebelumnya.
Kondisi ini tidak selalu terjadi karena kurangnya kemauan untuk menjaga pola makan. Tubuh memiliki mekanisme adaptasi ketika jumlah makanan dan kalori yang masuk dikurangi, sementara otak dapat meningkatkan sinyal lapar.
Dokter spesialis gizi Diana Suganda menjelaskan, cara pandang terhadap diet turut memengaruhi keberhasilan seseorang mempertahankan berat badan.
Diet Sering Dianggap Sebagai Program Sementara
Banyak orang menjalani diet dengan pola pikir bahwa program tersebut hanya dilakukan sampai target berat badan tercapai.
Setelah berat badan turun sesuai target, pola makan yang sebelumnya dibatasi dapat kembali dilakukan. Kebiasaan tersebut membuat berat badan berpotensi naik kembali.
Menurut Diana, perubahan pola makan seharusnya tidak berhenti ketika angka tertentu pada timbangan sudah tercapai. Pengelolaan berat badan membutuhkan perubahan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Tubuh Beradaptasi Saat Kalori Dikurangi
Penurunan asupan kalori membuat tubuh melakukan berbagai penyesuaian terhadap energi yang tersedia.
Salah satu responsnya adalah memperlambat metabolisme. Tubuh berusaha beradaptasi dengan jumlah energi yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Pada saat yang sama, otak dapat memberikan sinyal lapar yang lebih kuat. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan lebih sulit mengendalikan keinginan untuk makan.
Sinyal Lapar Bisa Makin Sulit Dikendalikan
Perubahan sinyal dari otak tersebut dapat membuat keinginan terhadap makanan atau minuman tertentu meningkat.
Situasi ini menjadi salah satu alasan seseorang yang sudah berhasil menurunkan berat badan kemudian kembali mengalami kenaikan berat badan. Tubuh dan otak berusaha merespons kondisi ketika asupan energi sebelumnya dikurangi.
Karena itu, mempertahankan berat badan tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak seseorang mampu mengurangi makanan, tetapi juga bagaimana pola makan tersebut dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Berat Badan Bisa Naik Kembali
Kenaikan berat badan setelah penurunan disebut weight regain. Kondisi ini dapat terjadi ketika pola hidup yang dijalankan selama diet tidak dapat dipertahankan setelah target tercapai.
Dalam beberapa kondisi, berat badan bahkan dapat kembali lebih tinggi dibandingkan sebelum menjalani diet.
Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan diet tidak cukup hanya dilihat dari penurunan angka pada timbangan. Kemampuan mempertahankan hasil setelah berat badan turun juga menjadi bagian penting dari pengelolaan berat badan.
Risiko Penyakit Kronis Ikut Meningkat
Kenaikan berat badan yang berkaitan dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berhubungan dengan berbagai penyakit kronis.
Diana menyebut risiko yang perlu diwaspadai antara lain penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.
Karena itu, pengelolaan berat badan bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Perubahan Pola Makan Membutuhkan Waktu
Obesitas merupakan kondisi yang terbentuk dalam waktu panjang dan dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, perubahan berat badan juga tidak dapat dilepaskan dari proses yang berlangsung secara bertahap.
Pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak hanya berorientasi pada pembatasan makanan dalam waktu singkat.
Memahami rasa lapar dan kenyang juga menjadi bagian penting. Tubuh memiliki sinyal yang membantu mengatur kebutuhan makanan, sehingga pola makan perlu dibangun dengan memperhatikan respons tersebut.
Pantau Indeks Massa Tubuh
Selain memperhatikan pola makan, kondisi berat badan dapat dipantau menggunakan indeks massa tubuh (IMT).
IMT dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan. Pengukuran ini dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat kondisi berat badan seseorang.
Dengan demikian, tujuan pengelolaan berat badan bukan sekadar mencapai angka tertentu dalam waktu singkat. Pola hidup yang dapat dipertahankan menjadi bagian penting agar berat badan yang sudah turun tidak kembali naik

