Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh
    Lifestyle

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    AminahBy AminahSeptember 20, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Berat Badan Naik Setelah Diet
    Teks: Berat badan dapat kembali naik setelah diet jika pola lama kembali dilakukan. (Foto: AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Berat badan kembali naik setelah diet menjadi persoalan yang cukup sering terjadi. Penurunan berat badan yang sudah dicapai bisa berbalik ketika seseorang kembali pada pola makan sebelumnya.

    Kondisi ini tidak selalu terjadi karena kurangnya kemauan untuk menjaga pola makan. Tubuh memiliki mekanisme adaptasi ketika jumlah makanan dan kalori yang masuk dikurangi, sementara otak dapat meningkatkan sinyal lapar.

    Dokter spesialis gizi Diana Suganda menjelaskan, cara pandang terhadap diet turut memengaruhi keberhasilan seseorang mempertahankan berat badan.

    Diet Sering Dianggap Sebagai Program Sementara

    Banyak orang menjalani diet dengan pola pikir bahwa program tersebut hanya dilakukan sampai target berat badan tercapai.

    Setelah berat badan turun sesuai target, pola makan yang sebelumnya dibatasi dapat kembali dilakukan. Kebiasaan tersebut membuat berat badan berpotensi naik kembali.

    Menurut Diana, perubahan pola makan seharusnya tidak berhenti ketika angka tertentu pada timbangan sudah tercapai. Pengelolaan berat badan membutuhkan perubahan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

    Tubuh Beradaptasi Saat Kalori Dikurangi

    Penurunan asupan kalori membuat tubuh melakukan berbagai penyesuaian terhadap energi yang tersedia.

    Salah satu responsnya adalah memperlambat metabolisme. Tubuh berusaha beradaptasi dengan jumlah energi yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

    Pada saat yang sama, otak dapat memberikan sinyal lapar yang lebih kuat. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan lebih sulit mengendalikan keinginan untuk makan.

    Sinyal Lapar Bisa Makin Sulit Dikendalikan

    Perubahan sinyal dari otak tersebut dapat membuat keinginan terhadap makanan atau minuman tertentu meningkat.

    Situasi ini menjadi salah satu alasan seseorang yang sudah berhasil menurunkan berat badan kemudian kembali mengalami kenaikan berat badan. Tubuh dan otak berusaha merespons kondisi ketika asupan energi sebelumnya dikurangi.

    Karena itu, mempertahankan berat badan tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak seseorang mampu mengurangi makanan, tetapi juga bagaimana pola makan tersebut dapat dijalankan secara berkelanjutan.

    Berat Badan Bisa Naik Kembali

    Kenaikan berat badan setelah penurunan disebut weight regain. Kondisi ini dapat terjadi ketika pola hidup yang dijalankan selama diet tidak dapat dipertahankan setelah target tercapai.

    Dalam beberapa kondisi, berat badan bahkan dapat kembali lebih tinggi dibandingkan sebelum menjalani diet.

    Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan diet tidak cukup hanya dilihat dari penurunan angka pada timbangan. Kemampuan mempertahankan hasil setelah berat badan turun juga menjadi bagian penting dari pengelolaan berat badan.

    Risiko Penyakit Kronis Ikut Meningkat

    Kenaikan berat badan yang berkaitan dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berhubungan dengan berbagai penyakit kronis.

    Diana menyebut risiko yang perlu diwaspadai antara lain penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.

    Karena itu, pengelolaan berat badan bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

    Perubahan Pola Makan Membutuhkan Waktu

    Obesitas merupakan kondisi yang terbentuk dalam waktu panjang dan dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, perubahan berat badan juga tidak dapat dilepaskan dari proses yang berlangsung secara bertahap.

    Pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak hanya berorientasi pada pembatasan makanan dalam waktu singkat.

    Memahami rasa lapar dan kenyang juga menjadi bagian penting. Tubuh memiliki sinyal yang membantu mengatur kebutuhan makanan, sehingga pola makan perlu dibangun dengan memperhatikan respons tersebut.

    Pantau Indeks Massa Tubuh

    Selain memperhatikan pola makan, kondisi berat badan dapat dipantau menggunakan indeks massa tubuh (IMT).

    IMT dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan. Pengukuran ini dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat kondisi berat badan seseorang.

    Dengan demikian, tujuan pengelolaan berat badan bukan sekadar mencapai angka tertentu dalam waktu singkat. Pola hidup yang dapat dipertahankan menjadi bagian penting agar berat badan yang sudah turun tidak kembali naik

    Berat Badan Diet pola makan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Intrusi Air Laut Ganggu Distribusi, Dinkes Samarinda Imbau Air PDAM untuk MCK

    September 18, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    Ratu ArifanzaSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Erau Adat Kutai 2026 tak hanya menjadi perhelatan budaya tahunan, tetapi juga…

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Mager dan Sembelit: Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Menentukan Kelancaran Pencernaan?

    September 20, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Makin Dekat, Samarinda Keluhkan SK Cabor dan THB Belum Terbit

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.