Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    Oktober 22, 2026

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Belanja Daerah Kaltim Harus Realistis, Penyaluran Bankeu Tergantung Capaian Pendapatan
    Diskominfo Kaltim

    Belanja Daerah Kaltim Harus Realistis, Penyaluran Bankeu Tergantung Capaian Pendapatan

    AbdiBy AbdiFebruari 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni memberikan penegasan penting terkait arah kebijakan fiskal dan tata kelola anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim di tengah dinamika ekonomi nasional.

    Dalam keterangannya pada Senin, 9 Februari 2026 Sekda menekankan, postur belanja daerah tahun ini harus mengedepankan prinsip realisme, di mana setiap pengeluaran, termasuk Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk kabupaten dan kota, wajib menyesuaikan dengan arus pendapatan yang masuk ke kas daerah.

    Isu mengenai penambahan bantuan keuangan bagi pemerintah kota, menjadi salah satu poin yang diklarifikasi Sri Wahyuni. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa secara sepihak menambah beban belanja jika indikator pendapatan belum menunjukkan hasil yang sesuai target.

    “Sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saja. Kita lihat nanti kalau ternyata pendapatan kita tidak terpenuhi, berarti harus ada belanja yang disesuaikan. Kita lihat nanti pendapatan karena imbangannya begitu,” tegasnya.

    Prinsip belanja berdasarkan pendapatan yang disampaikan Sekda, merupakan sinyal Pemprov Kaltim sangat berhati-hati dalam menjaga rasio defisit.

    Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat masih menjadi faktor penentu utama dalam pelaksanaan program-program di daerah.

    Jika dana dari pusat mengalami penyesuaian atau efisiensi, maka Pemprov Kaltim secara otomatis akan melakukan rasionalisasi terhadap belanja-belanja yang dinilai tidak mendesak.

    Hal ini dilakukan agar kesehatan fiskal tetap terjaga hingga akhir tahun anggaran, sekaligus mencegah terjadinya tunda bayar pada proyek-proyek strategis.

    Selain membedah postur anggaran secara makro, Sekda juga menyoroti strategi penanganan stunting yang menjadi agenda prioritas nasional.

    Menanggapi pertanyaan mengenai alokasi bantuan spesifik untuk stunting ke kabupaten/kota, Sri Wahyuni menjelaskan, pendekatannya saat ini lebih bersifat kolaboratif dan lintas sektoral ketimbang sekadar memberikan dana hibah tunai.

    Pemerintah Provinsi telah membentuk tim terpadu yang bertugas melakukan pendampingan langsung ke daerah-daerah yang memiliki angka prevalensi stunting tinggi. Dukungan ini mengalir melalui program-program di Dinas Kesehatan serta dinas terkait lainnya.

    “Kita memberikan bantuan berdasarkan usulan, dengan kabupaten/kota memang tidak ada yang nominalnya spesifik. Tetapi kita akan memberikan dukungan lewat Dinas Kesehatan untuk stunting. Kan kita ada tim stunting, ada Dinas Kesehatan, ada dinas lain yang terkait. Tim terpadu itu untuk membantu penanganan stunting di kabupaten/kota,” jelasnya lebih lanjut.

    Strategi ini menurutnya jauh lebih efektif karena menyentuh langsung akar permasalahan di lapangan melalui intervensi gizi, edukasi, dan penyediaan infrastruktur sanitasi yang dikoordinasikan oleh tim terpadu.

    Dengan cara ini, meskipun tidak ada penambahan plafon Bankeu secara langsung di luar APBD yang berjalan, dampak program tetap bisa dirasakan secara optimal oleh masyarakat di tingkat bawah.

    Sri Wahyuni menutup keterangannya dengan mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tetap fokus pada efektivitas program. Di tengah tantangan pendapatan daerah, efisiensi bukan berarti pemotongan program secara membabi buta, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan warga Kalimantan Timur.

     

    Bankeu Pemprov Kaltim Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    SintaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah penting…

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026

    Hari Santri, Wawali Samarinda Dorong Santri Kuasai Teknologi

    Oktober 22, 2026

    “Bencana Urusan Bersama”, Srikandi BPBD Samarinda Ambil Peran dalam Penanganan Karhutla

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,401 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.