Insitekaltim, Samarinda – Beban penyakit jantung yang tinggi mendorong RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda mengembangkan Klinik Gagal Jantung atau IAM HF Clinic. Layanan ini disiapkan untuk mempercepat penanganan pasien sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita.
Direktur RSUD I.A. Moeis Samarinda Osa Rafshodia mengatakan, gagal jantung dapat menjadi dampak lanjutan dari sejumlah gangguan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan gangguan irama jantung, terutama ketika tidak tertangani dengan baik atau pasien terlambat mendapat pengobatan.
“Ujung-ujungnya kalau tidak tertangani dengan baik atau terlambat nanti ada pasien gagal jantung. Makanya itu menjadi jumlah yang cukup banyak pasien-pasien dengan gagal jantung,” kata Osa saat sosialisasi layanan gagal jantung, Sabtu 19 September 2026.
Persoalan gagal jantung tidak hanya menyangkut kondisi kesehatan pasien, tetapi juga menimbulkan beban fisik, psikis, dan biaya pengobatan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan penyakit jantung menjadi salah satu penyakit dengan pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada 2024, pembiayaan penyakit jantung mencapai Rp19,4 triliun.
Osa juga menyoroti belum seragamnya layanan gagal jantung. Kondisi itu dinilai perlu diperbaiki agar pasien mendapatkan tata laksana yang lebih terarah.
“Cukup banyak perbedaan diferensiasi untuk layanan gagal jantung sehingga kita harus memberikan layanan gagal jantung yang seragam untuk pasien-pasien dengan gagal jantung,” ungkapnya.
IAM HF Clinic menjadi tahap awal menuju pengembangan layanan advanced heart failure center. Selain pelayanan, rumah sakit juga menargetkan penguatan pencatatan atau registri pasien serta penelitian mengenai gagal jantung.
“Register atau data dan juga penelitian tentang gagal jantung itu tentunya masih belum banyak. Salah satu jawaban yang bisa kita berikan adalah dengan kita membuka layanan klinik gagal jantung,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, pengembangan layanan tersebut harus diikuti pemanfaatan fasilitas secara optimal.
Ia juga mengingatkan gagal jantung berkaitan erat dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Karena itu, penguatan layanan rumah sakit perlu berjalan bersama dengan pencegahan dan deteksi dini di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Kalau di kesehatan itu simpel. Bagaimana mencegah kematian sebesar-besarnya,” katanya.
IAM HF Clinic berlokasi di RSUD IA Moeis Jalan HAM Rifaddin Samarinda Seberang. Layanan klinik dibuka empat hari dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Rabu dan Kamis.

