Insitekaltim, Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengembangkan pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan ekonomi.
Melalui Program Z-Chicken 2026, BAZNAS mendorong mustahik membangun usaha produktif agar mampu mandiri secara ekonomi hingga bertransformasi menjadi muzaki.
Sedikitnya 35 mustahik menerima bantuan modal usaha kuliner berbasis ayam krispi sebagai bekal mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Rudi Kartono mengatakan, Program Z-Chicken merupakan salah satu bentuk pengelolaan zakat produktif yang bertujuan menciptakan perubahan ekonomi bagi penerima manfaat.
“Para penerima manfaat didorong memiliki usaha yang berkelanjutan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, bahkan kelak bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” ujarnya saat Kick Off Program Z-Chicken 2026 yang digelar di Kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda belum lama ini.
Program Z-Chicken merupakan satu dari lima program unggulan BAZNAS di bidang pemberdayaan ekonomi. Penerima manfaat tidak hanya memperoleh tambahan modal, tetapi juga didorong mengembangkan usaha yang mampu memberikan penghasilan secara berkelanjutan.
Rudi menegaskan keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata diukur dari besarnya dana yang disalurkan, melainkan dari kemampuan program menciptakan perubahan nyata bagi mustahik.
Kementerian Agama, lanjutnua, terus mendukung tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang profesional, akuntabel, transparan, serta tepat sasaran. Sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas dampak pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperluas sehingga manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat. Program Z-Chicken menjadi contoh konkret bagaimana zakat mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan modal usaha dengan penuh tanggung jawab dan kerja keras. Dengan usaha yang berkembang, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan taraf hidup keluarga penerima, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

