Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Basti Sangga : Gak Mungkin Selesai, Kalau Mantan Kepala Desa Gak Datang
    Advertorial

    Basti Sangga : Gak Mungkin Selesai, Kalau Mantan Kepala Desa Gak Datang

    AdminBy AdminSeptember 9, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Syifa – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Sangatta – Persoalan sengketa lahan di Desa Sepaso Selatan tak kunjung mendapatkan titik temu.

    Pasalnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua terkait persoalan sengketa lahan di Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim) itu tak dihadiri PT KPC dan mantan Kepala Desa Sepaso Selatan.

    Terkait ketidakhadiran mantan Kepala Desa Sepaso Selatan yang merupakan kunci utama permasalahan, Basti Sangga Langi, Anggota DPRD Kutim tidak yakin permasalahan dapat diselesaikan.

    “Saya lihat sengketa Jalan Rawa Indah itu kan harusnya mantan kepala desanya yang hadir. Karena kalau mantan kepala desanya tidak ada, ya tidak mungkin juga bisa selesai karena yang masyarakat inginkan adalah mempertanyakan ke beliau. Apa sebenarnya alasan menjual lahan mereka,” terang Basti, Rabu (9/9/2020).

    Ia mengaku turut merasakan kesulitan yang dihadapi oleh kepala desa yang menjabat sekarang yaitu Sadaruddin, karena harus mencari cara untuk menyelesaikan persoalan lahan yang ditinggalkan mantan kepala desa hingga bertahun-tahun.

    “Biar Pak Kepala Desa yang sekarang ini lega. Saya kasihan juga dengan beliau. Karena kalau masyarakat mengatakan bahwa persoalan ini karena kepala desa, ya kasihan juga. Paling tidak, untuk menyelesaikan persoalan ini, kepala desa yang dulu menjual lahan itu harus dihadirkan di sini,” ujarnya.

    Politikus Partai Amanat Nasional ini yakin walaupun permasalahan diselesaikan dari bawah yaitu dalam ranah desa maupun kecamatan, tidak akan bisa terselesaikan. Ia berharap mantan kepala desa bisa hadir agar masalah ini bisa segera tuntas.

    “Harapan kita bagaimana mantan kepala desa ini bisa dihadirkan, agar segera persoalan ini selesai. Kalau nggak hadir biar kita mau rapat berapa kali, tetap juga KPC bilang Pak Asikin yang menjual lahan ke mereka. Tapi kalau Pak Asikin nggak ada seperti ini, walaupun pihak KPC ada, kita tanya apa alasan menjualnya kan tidak bisa juga mereka jawab,” terangnya.

    Basti juga sampaikan jika perangkat desa maupun perwakilan masyarakat ingin merencanakan penjadwalan ulang, harus menghadirkan tokoh terkait agar lekas selesai permasalahan ini.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    R’syaJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat…

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026

    Empat Final Ideal Piala Dunia 2026: Ada Ulangan Qatar 2022 hingga Duel Messi-Yamal

    Juli 14, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,213 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.