Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026

    Ribuan Ruang Belajar SD-SMP di Samarinda Butuh Perbaikan, DPRD Dorong Skala Prioritas

    Agustus 20, 2026

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Bahan Pokok Kaltim Masih Bergantung Pasokan Sulawesi dan Jawa
    Diskominfo Kaltim

    Bahan Pokok Kaltim Masih Bergantung Pasokan Sulawesi dan Jawa

    Adit MustafaBy Adit MustafaNovember 16, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan Kepala Disperindagkop UKM Kaltim Heni Purwaningsih bersama para narasumber dalam Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Hotel Fugo Samarinda, Kamis (16/11/2023).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan bahan pokok di Kaltim masih mendapat suplai dari Jawa dan Sulawesi.

    Hal itu ia sampaikan pada Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Hotel Fugo Samarinda, Kamis (16/11/2023).

    “Sebagian besar kebutuhan bahan pokok di Kaltim masih disuplai dari Jawa dan Sulawesi, sehingga harga dan stok barang di Kaltim dipengaruhi oleh kondisi distribusi dari kedua daerah tersebut,” tutur Heni.

    Lebih lanjut, Heni memaparkan tujuan dari rapat itu adalah untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, Satgas Pangan Polda dan para pelaku usaha.

    “Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecukupan stok dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024,” ungkapnya.

    Ia juga menyatakan bahwa sinergi ini diperlukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan bahan pokok, memastikan ketersediaan dan harga stabil, serta mencari solusi atas permasalahan stabilitas harga dan ketersediaan stok.

    Sebagai langkah antisipatif, Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi Kaltim telah melakukan berbagai upaya, termasuk koordinasi dengan stakeholders, pembentukan tim monitoring harga dan stok barang kebutuhan pokok, pasar murah di lokasi padat penduduk dan operasi pasar bersama Bulog.

    “Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

    Pemerintah kabupaten/kota, termasuk Pemerintah Kota Samarinda telah proaktif dalam mengatasi stabilisasi harga dan distribusi barang kebutuhan pokok. Contohnya, Pemkot Samarinda menugaskan Perusda Aneka Usaha untuk bisnis usaha daging ayam broiler.

    Selain itu, Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi Kaltim juga menjalin kerja sama perdagangan dengan provinsi lain guna memastikan pemenuhan barang kebutuhan pokok.

    Heni menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas partisipasinya dalam pelaksanaan pasar murah, penyediaan barang kebutuhan pokok dan penyampaian laporan harga dan stok.

    “Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para distributor barang pokok, petugas monitoring harga dan stok barang kebutuhan pokok atas kerja samanya selama ini,” ungkapnya.

    Ia juga berharap keberlanjutan kerja sama ini dapat menjaga stabilitas harga hingga Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

    “Kerja sama dengan semua pihak dalam pemantauan dan pengawasan di setiap pasar dapat menjaga kestabilan harga bahan pokok sampai Natal 2023 dan Tahun Baru 2024,” tandasnya.

    Akmal Malik Bulog HBKN Heni Purwaningsih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    Juli 25, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Memiliki Beragam Produk Mengantisipasi Lemahnya Pasar Domestik, UMKM Kaltim Diminta Bidik Pasar Ekspor

    Juli 9, 2026

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    Juli 8, 2026

    Bukan Pesaing Ritel Modern, Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa

    Juli 7, 2026

    Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Beriringan Fokus Lengkapi Ekonomi Desa

    Juli 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Andika SaputraAgustus 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sri…

    Ribuan Ruang Belajar SD-SMP di Samarinda Butuh Perbaikan, DPRD Dorong Skala Prioritas

    Agustus 20, 2026

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.