Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Srikandi Merdeka Cup 2026 Jaring Talenta Timnas Putri U-17

    Juli 22, 2026

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Juli 22, 2026

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS
    Kesehatan

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan proses audit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait insiden tertinggalnya kawat medis (wire) sepanjang sekitar 2 sentimeter di pembuluh darah utama pasien saat tindakan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda telah selesai.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, hasil audit tidak hanya menyoroti aspek teknis pelayanan, tetapi juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola klinis, sistem pelaporan, serta komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga.

    “Alhamdulillah sudah selesai semua. Kesimpulannya ada perbaikan dalam tata kelola klinis, kemudian pelaporan, termasuk pengelolaan komunikasi dengan pasien atau pelanggan. Ini yang menjadi titik lemah dan perlu diperbaiki,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.

    Menurut Jaya, persoalan dalam pelayanan kesehatan kerap muncul bukan semata-mata karena tindakan medis, melainkan kurang optimalnya penyampaian informasi kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan beserta risiko yang mungkin terjadi.

    Ia menegaskan, setiap tindakan medis yang memiliki risiko harus didahului dengan komunikasi yang jelas agar pasien maupun keluarga memahami seluruh konsekuensi dari tindakan tersebut.

    “Dari tim audit ditemukan masih ada kekurangan dalam penyampaian informasi sehingga keluarga pasien belum memahami secara utuh kondisi dan risiko tindakan yang dilakukan,” katanya.

    Meski demikian, Jaya menyebut persoalan tersebut kini telah diselesaikan. Pihak rumah sakit dan keluarga pasien telah memiliki pemahaman yang sama sehingga kasus tersebut dinilai tidak lagi menjadi persoalan.

    Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang terkait dugaan malapraktik. Menurutnya, malapraktik memiliki unsur tertentu, seperti tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan tanpa izin praktik atau tindakan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan.

    Sementara dalam kasus layanan jantung di RSUD AWS, tindakan pemasangan ring atau prosedur penanganan sumbatan pembuluh darah merupakan tindakan medis yang lazim dilakukan sesuai indikasi.

    “Yang menjadi catatan adalah bagaimana risiko tindakan itu dikomunikasikan dengan baik kepada pasien dan keluarganya. Itu yang harus diperbaiki ke depan,” jelasnya.

    Dinkes Kaltim memastikan akan terus mengawasi pelaksanaan rekomendasi hasil audit, terutama terhadap tindakan medis berisiko tinggi.

    Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan jantung di Kaltim, seiring kebijakan pemerintah yang mendorong seluruh rumah sakit rujukan mampu menyelenggarakan pelayanan jantung sesuai standar.

     

    Dinkes Kaltim Jaya Mualimin Kemenkes
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang

    Juli 20, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    Juli 20, 2026

    Air Putih Bukan Sekedar Pelepas Dahaga tapi Sangat Penting bagi Tubuh

    Juli 19, 2026

    Intensitas Skrining HIV Mampu Jaring Penderita Risiko Tinggi

    Juli 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Srikandi Merdeka Cup 2026 Jaring Talenta Timnas Putri U-17

    R’syaJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation akan menggelar…

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Juli 22, 2026

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,231 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.