Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS
    Kesehatan

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    IraBy IraJuli 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan proses audit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait insiden tertinggalnya kawat medis (wire) sepanjang sekitar 2 sentimeter di pembuluh darah utama pasien saat tindakan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda telah selesai.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, hasil audit tidak hanya menyoroti aspek teknis pelayanan, tetapi juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola klinis, sistem pelaporan, serta komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga.

    “Alhamdulillah sudah selesai semua. Kesimpulannya ada perbaikan dalam tata kelola klinis, kemudian pelaporan, termasuk pengelolaan komunikasi dengan pasien atau pelanggan. Ini yang menjadi titik lemah dan perlu diperbaiki,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.

    Menurut Jaya, persoalan dalam pelayanan kesehatan kerap muncul bukan semata-mata karena tindakan medis, melainkan kurang optimalnya penyampaian informasi kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan beserta risiko yang mungkin terjadi.

    Ia menegaskan, setiap tindakan medis yang memiliki risiko harus didahului dengan komunikasi yang jelas agar pasien maupun keluarga memahami seluruh konsekuensi dari tindakan tersebut.

    “Dari tim audit ditemukan masih ada kekurangan dalam penyampaian informasi sehingga keluarga pasien belum memahami secara utuh kondisi dan risiko tindakan yang dilakukan,” katanya.

    Meski demikian, Jaya menyebut persoalan tersebut kini telah diselesaikan. Pihak rumah sakit dan keluarga pasien telah memiliki pemahaman yang sama sehingga kasus tersebut dinilai tidak lagi menjadi persoalan.

    Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang terkait dugaan malapraktik. Menurutnya, malapraktik memiliki unsur tertentu, seperti tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan tanpa izin praktik atau tindakan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan.

    Sementara dalam kasus layanan jantung di RSUD AWS, tindakan pemasangan ring atau prosedur penanganan sumbatan pembuluh darah merupakan tindakan medis yang lazim dilakukan sesuai indikasi.

    “Yang menjadi catatan adalah bagaimana risiko tindakan itu dikomunikasikan dengan baik kepada pasien dan keluarganya. Itu yang harus diperbaiki ke depan,” jelasnya.

    Dinkes Kaltim memastikan akan terus mengawasi pelaksanaan rekomendasi hasil audit, terutama terhadap tindakan medis berisiko tinggi.

    Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan jantung di Kaltim, seiring kebijakan pemerintah yang mendorong seluruh rumah sakit rujukan mampu menyelenggarakan pelayanan jantung sesuai standar.

     

    Dinkes Kaltim Jaya Mualimin Kemenkes
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026

    RS Mulya Medika Dorong Warga Cegah Penyakit, Tak Hanya Datang Saat Sakit

    September 10, 2026

    TPP ASN Belum Cair, Dinkes Kaltim Minta Rumah Sakit Koordinasi dengan Bank

    September 9, 2026

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    Ratu ArifanzaSeptember 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Perpustakaan Kota Samarinda dinilai dapat menjadi salah satu alternatif ruang belajar bagi…

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Tanggap Darurat Berakhir 21 September, Begini Nasib BTT Rp2,5 Miliar untuk Kekeringan Samarinda

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,342 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.