Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Badko HMI Kaltim-Kaltara Kecewa, Pemprov Absen di Seminar Pembangunan

    Mei 13, 2026

    Saat Ekonomi Lesu, Kadin Kukar Pilih Gas Kolaborasi: Dari Logistik hingga Pariwisata

    Mei 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»APBD Kaltim 2026 Anjlok Jadi Rp15,15 Triliun, Transfer Pusat Turun 66 Persen
    Diskominfo Kaltim

    APBD Kaltim 2026 Anjlok Jadi Rp15,15 Triliun, Transfer Pusat Turun 66 Persen

    RamadhanBy RamadhanNovember 29, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – APBD Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 dipastikan turun menjadi Rp15,15 triliun dari sebelumnya Rp21,35 triliun, setelah pendapatan transfer dari pusat merosot tajam hingga 66 persen.

    Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni dalam Rapat Paripurna ke-44 DPRD Kaltimdi Gedung B DPRD Kaltim pada Sabtu, 29 November 2025.

    Ia menegaskan bahwa perubahan drastis ini memaksa pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian, terutama pada belanja prioritas dan alokasi program unggulan.

    Dalam penyampaian nota keuangan, Sri Wahyuni menjelaskan pendapatan transfer yang semula direncanakan Rp9,33 triliun terpaksa dikoreksi menjadi Rp3,13 triliun, turun Rp6,19 triliun atau 66,39 persen.

    “Penurunan ini tentu memberikan tekanan kepada pemerintah daerah, sehingga perlu strategi untuk menutup celah fiskal melalui optimalisasi pendanaan lain,” ujarnya.

    Dana Bagi Hasil (DBH) juga anjlok dari Rp6,06 triliun pada 2025 menjadi Rp1,62 triliun di tahun 2026.

    Sri Wahyuni membeberkan data untuk Struktur R-APBD 2026. Total APBD sebesar Rp15,15 triliun, dengan rincian:

    Pendapatan Daerah Rp14,25 triliun dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp10,75 triliun, Transfer sebesar Rp3,13 triliur, dan Lain-lain pendapatan sah yakni Rp362,03 miliar.

    Sementara itu, Belanja Daerah Rp15,15 triliun dengan rincian yakni Belanja Operasi Rp8,16 triliun, Belanja Modal Rp1,06 triliun, Belanja Tidak Terduga Rp33,93 miliar, dan Belanja Transfer Rp5,89 triliun. Serta Pembiayaan Daerah yakni Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp900 miliar.

    Meski APBD menyusut besar, Sri menegaskan program unggulan tetap berjalan.

    “Program prioritas tetap dijalankan, hanya volumenya menyesuaikan. Contohnya perjalanan religi lintas agama, jumlahnya mungkin tidak sebanyak sebelumnya,” jelasnya.

    Sektor pendidikan dan kesehatan dipastikan tidak terganggu.

    “Insha Allah pendidikan tetap. Kesehatan juga,” tegasnya.

    Untuk infrastruktur, penyesuaian dilakukan mengikuti penurunan transfer ke daerah (TKD).

    Sri melaporkan serapan anggaran OPD sudah melewati 75 persen. Namun beberapa OPD masih berada kategori merah dalam pemantauan mingguan.

    “Merah itu karena belum mencapai target mingguan. Meskipun realisasi meningkat, target hariannya belum terpenuhi. Kita lihat sampai akhir tahun,” katanya.

    Sri Wahyuni memastikan pembahasan APBD berjalan sesuai mekanisme.

    “Nanti malam fraksi-fraksi menyampaikan pandangan. Besok pemerintah memberikan jawaban, lalu masuk tahap persetujuan,” ujarnya.

    Dengan APBD yang kini lebih kecil, Pemprov Kaltim menghadapi tantangan menjaga stabilitas fiskal sambil tetap memenuhi belanja dasar, layanan publik, serta program prioritas gubernur dan wakil gubernur.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ramadhan

    Related Posts

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026

    DPKH Kaltim Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Ketersediaan Capai 28 Ribu Ekor

    Mei 12, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Seribu Rumah Seribu Harapan, Kaltim Gaspol Perbaiki Hunian Warga di 2026

    Mei 7, 2026

    Dinamika di Balik Rp288,5 Miliar, Gratispol Fokuskan Tepat Sasaran

    Mei 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Ratu ArifanzaMei 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor…

    Badko HMI Kaltim-Kaltara Kecewa, Pemprov Absen di Seminar Pembangunan

    Mei 13, 2026

    Saat Ekonomi Lesu, Kadin Kukar Pilih Gas Kolaborasi: Dari Logistik hingga Pariwisata

    Mei 13, 2026

    Soroti Legalitas hingga Dugaan Nepotisme, Advokat Kaltim Siap Gugat TAGUPP ke PTUN

    Mei 12, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    1 2 3 … 3,092 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.