
Insitekaltim,Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti menyampaikan bahwa penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan koordinasi antar-OPD (organisasi perangkat daerah).
Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda telah melakukan tugasnya dengan baik berdasarkan program kerjanya. Namun hal itu dapat terhambat akibat kurangnya pendanaan.
“Regulasi sudah ada, tapi efektivitasnya tergantung pada anggaran yang memadai,” ujar Sri Puji dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan Rencana Aksi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2024, Rabu (14/8/2024).
Disebutkan politikus Partai Demokrat itu, pihaknya tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaran Pembangunan Ketahanan Keluarga.
Regulasi tersebut ke depannya, diharapkan mampu menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak di Samarinda.
Adapun Puji sapaan akrabnya ini menjelaskan faktor-faktor terjadinya kekerasan itu disebabkan masalah ekonomi, termasuk kemiskinan ekstrem dan ini masih menjadi tantangan besar di Samarinda.
“Ketahanan keluarga adalah kunci untuk mengatasi kemiskinan dan stunting,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan di sekolah-sekolah.
“Sosialisasi sudah dimulai, tapi pelaksanaannya masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran,” katanya.
Menurutnya, anggaran untuk penanganan kekerasan, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta rumah aman masih sangat minim.
Ia berharap pemerintah dapat melihat kekurangan ini dan bersama-sama mencari solusi guna mempercepat pencegahan dan penanganan kekerasan pada perempuan serta anak di Samarinda.
“Kita perlu terus berkoordinasi dan memastikan anggaran serta SDM yang memadai untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya.

