Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    September 22, 2026

    Kekerasan Masih Mengintai Sekolah dan Pesantren, Hetifah Dorong Deteksi Dini

    September 22, 2026

    IKN Butuh Penguatan SDM, Perguruan Tinggi Kaltim Dinilai Punya Peran Strategis

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan
    Politik

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    Andika SaputraBy Andika SaputraSeptember 2, 2026Updated:September 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T Danaparamita (Foto/YTB TVR PARLEMEN)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sonny T Danaparamita menyoroti ketimpangan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai masih lebih besar diarahkan untuk pemadaman dibandingkan upaya pencegahan.

    Sonny menilai pola penganggaran tersebut menunjukkan pemerintah masih lebih banyak menyiapkan biaya ketika karhutla sudah terjadi, sementara investasi untuk mencegah kebakaran sejak awal justru jauh lebih kecil.

    Ia mencontohkan alokasi anggaran sekitar Rp1,746 triliun yang dipaparkan dalam pembahasan. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp108 miliar disebut dialokasikan untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan kerusakan hutan. Sementara sekitar Rp1,54 triliun dialokasikan untuk kebutuhan sewa helikopter.

    “Anggaran-anggaran karhutla yang ada ini kok saya masih melihatnya berorientasi memadamkan daripada mencegah,” kata Sonny dalam siaran resmi saluran tvrparlemen, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya pemerintah seharusnya tidak hanya membandingkan biaya antara menyewa dan membeli helikopter untuk penanganan karhutla.

    Perhitungan serupa juga perlu dilakukan terhadap biaya pencegahan agar dapat diketahui seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

    “Kenapa tidak ada perbandingan antara mencegah itu biayanya berapa, kalau sewa itu biayanya berapa?” ujarnya.

    Sonny menilai karhutla seolah telah dianggap sebagai persoalan tahunan yang harus terus dihadapi. Kondisi tersebut menurut dia, perlu diubah melalui desain kebijakan yang lebih menitikberatkan pada pencegahan.

    “Kita sudah menyadari bahwa karhutla ini akan jadi kalender tahunan,” katanya.

    Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak bersikap pasrah terhadap persoalan karhutla. Menurut Sonny jika pola penanganan tidak berubah dan pencegahan tidak diperkuat, angka karhutla akan sulit ditekan.

    “Kalau gini terus-menerus, ya jangan harap yang namanya karhutla itu akan semakin menurun, karena sejak awal memang desain kita dalam menjaga hutan kita tidak dalam konteks mencegah,” tegasnya.

    Sonny menilai ketimpangan alokasi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan penanganan karhutla ke depan sehingga anggaran tidak hanya habis untuk merespons kebakaran, tetapi juga mampu memperkuat upaya pencegahan di tingkat masyarakat dan kawasan rawan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Syarifah Suraidah Salurkan Bantuan Pangan di Samarinda, 54.636 Penerima di Kota Tepian

    September 22, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    AminahSeptember 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pengawasan kawasan hutan di Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi persoalan keterbatasan personel. Luas…

    Kekerasan Masih Mengintai Sekolah dan Pesantren, Hetifah Dorong Deteksi Dini

    September 22, 2026

    IKN Butuh Penguatan SDM, Perguruan Tinggi Kaltim Dinilai Punya Peran Strategis

    September 22, 2026

    Syarifah Suraidah Salurkan Bantuan Pangan di Samarinda, 54.636 Penerima di Kota Tepian

    September 22, 2026

    Lemhannas Tegaskan Penggunaan AI Tidak Turunkan Kemampuan Analisis Mahasiswa

    September 22, 2026
    1 2 3 … 3,357 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.