Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Andy Ariefin meminta generasi muda tidak takut menghadapi kegagalan dan berani menjalani setiap proses untuk mencapai tujuan.
Ia menilai mental yang kuat menjadi modal penting bagi anak muda dalam menentukan pilihan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Andy Ariefin saat membuka kegiatan Youth Leadership and Entrepreneurship di Samarinda.
Menurutnya ada dua prinsip yang perlu dipegang generasi muda, yakni keikhlasan dan kesabaran. Keduanya dinilai penting ketika seseorang menghadapi kondisi sulit maupun mengalami kegagalan.
“Untuk melangkah di kehidupan ini, dua hal ini disimak baik-baik. Yaitu satu, ikhlas tanpa tepi; pegang itu. Dan sabar tanpa tapi,” ujar Andy Ariefin, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Jatuh dan bangun merupakan bagian dari proses sehingga tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti.
“Namanya sabar itu tidak ada ‘tapi’. Ketika kita menghadapi kehidupan ini, terus kita mengalami jatuh bangun, itu biasa. Dan kita tetap harus sabar,” katanya.
Selain kesabaran dan keikhlasan Andy Ariefin menekankan pentingnya pengalaman dalam membentuk mental. Menurutnya anak muda harus berani mencoba karena pengalaman akan memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh dari teori.
“Pengalaman itu adalah penggemblengan mental yang luar biasa. Jatuh bangun itu biasa,” tuturnya.
Andy Ariefin kemudian membagikan pengalamannya ketika berada pada persimpangan pilihan antara menjadi pesepak bola profesional atau menjalani karier sebagai PNS.
Ia mengungkapkan pernah bermain di Liga 2 dan sempat mendapat tawaran bergabung dengan Persebaya Surabaya. Pada saat yang sama ia memperoleh beasiswa ikatan dinas dari Pemerintah Daerah Surabaya yang membuka jalur untuk berkarier sebagai guru.
Dalam menentukan pilihan tersebut, ia mengaku meminta pandangan dari para senior yang telah lebih dahulu menjalani karier di dunia sepak bola.
“Galilah sebanyak-banyaknya, karena apa? Pengalaman adalah guru yang terbaik,” ujarnya.
Menurutnya setiap pilihan hidup memiliki konsekuensi sehingga perlu dipertimbangkan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan. Ia juga mengingatkan anak muda agar tidak hanya mengikuti keinginan tanpa memahami keberlanjutan dari pilihan karier.
Ia mencontohkan profesi atlet yang memiliki masa karier relatif terbatas. Karena itu, menurutnya, pengelolaan karier dan keuangan menjadi hal penting bagi seseorang yang memilih dunia olahraga sebagai profesi.
Andy Ariefin juga mendorong generasi muda untuk tidak terlalu lama terjebak dalam keraguan ketika sudah menentukan pilihan.
“Tidak usah tapi-tapi, just do it. Lakukan saja. Kita tidak pernah tahu Allah akan memberikan kelimpahan kepada kita di mana,” pungkasnya.

