Insitekaltim, Samarinda – Kepastian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Samarinda mulai mengakhiri spekulasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Agenda pemilihan ketua dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026, dengan nama Anggota Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Timur Andi Satya Adi Saputra menjadi salah satu figur yang mengemuka.
Andi Satya mengaku siap maju apabila memperoleh dukungan mayoritas pemilik suara dalam forum Musda. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan peserta yang memiliki hak suara.
“Musda ini tergantung dukungan dari pemegang suara. Apabila nanti pemilik suara memberikan mandat dan amanat, ya kita siap,” kata Andi Satya, Senin, 27 Juli 2026.
Pernyataan itu mempertegas kesediaannya memasuki kontestasi internal Partai Golkar di tingkat Kota Samarinda. Meski demikian, Andi Satya menghindari pembicaraan yang terlalu jauh mengenai dampak politik hasil Musda terhadap Pemilihan Wali Kota Samarinda 2031.
Belakangan muncul anggapan bahwa kursi Ketua DPD Golkar Samarinda akan menjadi modal penting bagi figur yang ingin bertarung pada Pilwali mendatang. Isu itu mencuat seiring besarnya pengaruh struktur partai dalam menentukan arah koalisi dan pencalonan kepala daerah.
Menanggapi hal tersebut, Andi Satya memilih menempatkan Musda sebagai agenda konsolidasi organisasi, bukan pintu masuk menuju kontestasi politik lima tahun mendatang.
“Sekarang ini baru tahun 2026. Kalau bicara wali kota masih 2031, lima tahun lagi. Kalau partai memberikan mandat melalui surat penugasan tentu kita siap. Tapi kalau ditanya apakah sekarang sudah ada rencana ke sana, belum kepikiran sama sekali,” ujarnya.
Musda Golkar Samarinda sebelumnya sempat tertunda akibat penyesuaian agenda organisasi di tingkat provinsi dan pusat. Penetapan jadwal 8 Agustus menjadi momentum penting bagi Golkar Samarinda untuk menentukan arah kepemimpinan baru setelah berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya.

