Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan mahasiswa tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, melainkan harus berani menghadirkan perubahan nyata melalui aksi di tengah masyarakat.
Menurutnya gerakan mahasiswa tidak cukup hanya diisi dengan diskusi atau forum akademik semata, tetapi harus mampu melahirkan tindakan konkret yang benar-benar dirasakan dampaknya.
“Kalau hanya dari seminar ke seminar, perubahan apa yang akan terjadi? Gerakan itu harus melahirkan aksi,” ujarnya, Jumat malam 3 April 2026, saat jadi Narsum di Milad IMM ke 62.
Ia menegaskan identitas sebagai organisasi gerakan harus dibuktikan melalui keberanian dalam menyuarakan kebenaran, termasuk ketika melihat adanya ketidakadilan di tengah masyarakat.
“Kalau melihat korupsi, kerusakan ekologis, atau kebohongan pemimpin tapi memilih diam, tidak pantas mengaku sebagai bagian dari gerakan,” tegasnya.
Andi Harun juga menyinggung gerakan mahasiswa harus tetap berada pada jalur keilmuan, namun tidak berhenti pada tataran teori semata. Ia menilai ilmu harus mampu melahirkan kesadaran yang kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata.
Menurutnya pengetahuan yang dimiliki mahasiswa seharusnya menjadi dasar dalam membangun kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Pengetahuan melahirkan kesadaran, dan kesadaran itu harus diwujudkan dalam aksi yang berdampak,” jelasnya.
Selain itu ia mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap gerakan, baik di kalangan mahasiswa maupun dalam kehidupan bermasyarakat secara luas.
Nilai kejujuran dan keberanian dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk tidak takut mengambil peran dalam mengkritisi kebijakan maupun kondisi sosial yang tidak berpihak pada masyarakat, selama dilakukan secara bertanggung jawab.
“Kalau membawa nama gerakan, maka harus menghadirkan perubahan sosial. Kalau tidak, jangan mengaku sebagai gerakan,” pungkasnya.

