Insitekaltim, Samarinda – Hubungan politik antara Wali Kota Samarinda Andi Harun dengan jajaran struktural DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) diterpa isu keretakan. Isu ini mencuat setelah Andi Harun kedapatan berulang kali absen dalam berbagai agenda internal partai di tingkat provinsi.
Menanggapi kabar burung tersebut, Andi Harun blak-blakan bahwa ketidakhadirannya dalam kegiatan DPD Gerindra Kaltim murni disebabkan oleh ketiadaan undangan resmi dari pihak panitia atau pengurus daerah.
“Saya tidak pernah diundang. Satu-satunya alasan saya tidak pernah hadir di kegiatan DPD partai tingkat provinsi itu karena saya tidak diundang,” ujar Andi Harun saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
Ia membandingkan perlakuan pengurus daerah dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Menurutnya, hubungan dengan pengurus pusat tetap berjalan harmonis dan dinamis.
Setiap agenda konsolidasi kepala daerah maupun kader legislatif dan eksekutif di Jakarta atau Hambalang, dirinya selalu mendapatkan undangan resmi dan menyempatkan hadir.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Andi Harun tengah bersiap angkat kaki ke partai politik lain, bahkan sempat diisukan bakal melirik kontestasi politik di Kalimantan Utara (Kaltara). Namun, Wali Kota Samarinda ini menepis keras rumor migrasi partai tersebut.
“Bagaimana mungkin saya mau berpikir ke partai lain? Saya ini sadar saya maju sebagai wali kota itu atas dukungan penuh Partai Gerindra. Apa alasan saya untuk pindah partai sama sekali tidak ada,” tuturnya.
Andi Harun menduga, embusan isu miring yang menyudutkan dirinya sengaja diproduksi oleh oknum di internal parpol yang merasa tidak nyaman dengan capaian kinerjanya selama ini. Ia pun menyentil gaya berpolitik tidak sehat yang menghalalkan segala cara demi menyingkirkan rival.
“Saya khawatir isu itu bisa saja bersumber dari dalam partai yang mungkin tidak senang dengan reputasi saya. Ada orang yang tidak senang sama saya, apakah itu di luar atau lebih-lebih di dalam khususnya, itu bukan masalah saya itu masalah dia. Selain tidak gentle, licik, jahat, juga kita dosa kepada Tuhan karena dengan berbagai cara kita ingin menjatuhkan pihak lain,” ucap Andi Harun.
Mengenai rumor Kaltara, ia menyebutnya sebagai langkah sekadar bunuh diri politik karena basis massanya berada di Bumi Etam.
“Kalau saya mau maju, karuan maju di Kaltim. Siapa yang mengenal saya di Kaltara? Orang yang mengisukan itu berarti belum tuntas belajar politiknya,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim Agus Suwandy, mencoba meredam tensi politik tersebut, riak-riak komunikasi di internal partai merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam dunia politik.
“Jangan ditanyalah, enggak usah. Itu biasa aja, di dalam politik biasa,” kata Agus di DPRD Kaltim, Senin, 29 Juni 2026.
Saat dicecar awak media mengenai kebenaran pengakuan Andi Harun yang tidak pernah menerima undangan DPD termasuk saat kunjungan petinggi DPP Gerindra ke Kaltim baru-baru ini Agus Suwandy tidak menampik hal tersebut. Ia berkilah mengenai status kepengurusan Andi Harun di tingkat provonsi.
“Acara tersebut adalah rapat pengurus. Berdasarkan SK, posisi beliau adalah kader atau anggota, bukan pengurus partai,” urai Agus.
Meski demikian, Agus memastikan polemik persoalan administratif undangan ini akan dievaluasi pada agenda-agenda kepartaian mendatang.
“Nanti aku undang. Ya, kalau ada acara lagi aku undang,” pungkas Agus.

